Klaim Pratikno Kabinet Membaik Setelah Jokowi Marah, Pengamat: Lebay
Rabu, 08 Juli 2020 - 08:12 WIB
loading...
Mensesneg Pratikno. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menilai pernyataan Mensesneg Pratikno bahwa reshuffle kabinet sudah tidak relevan lagi karena alasan sudah ada progres luar biasa dari para menteri terlalu berlebihan.
"Indikatornya belum cukup untuk menyimpulkan bahwa kinerja menteri sudah ada kemajuan luar biasa," kata Karyono saat dihubungi SINDOnews, Rabu (8/7/2020).
(Baca: Pemuda Muhammadiyah Ungkap Sejumlah Desas-Desus Terkait Reshuffle Kabinet)
Menurut Karyono, pernyataan dari 'Istana' tersebut sulit diterima publik. Pasalnya, sulit diterima akal sehat hanya dalam waktu dua minggu, terhitung sejak presiden memberi peringatan keras akan melakukan reshuffle hingga sekarang sudah ada kemajuan luar biasa.
"Maksud mensesneg mengeluarkan pernyataan itu mungkin hanya untuk meredam gejolak isu reshuffle yang selama dua pekan ini menghangatkan atmosfir politik nasional," tutur dia.
(Baca: Mensesneg Pratikno Dinilai Ingin Amputasi Skenario Reshuffle)
Di sisi lain, Karyono menganggap, maksud Pratikno mungkin baik untuk mendinginkan suasana agar para menteri bisa tenang dan fokus dalam menjalankan tugas. Tetapi, sayangnya, isu reshuffle sudah terlanjur bergulir, yang berawal dari pernyataan presiden. Sehingga perlu waktu untuk menerimanya.
"Indikatornya belum cukup untuk menyimpulkan bahwa kinerja menteri sudah ada kemajuan luar biasa," kata Karyono saat dihubungi SINDOnews, Rabu (8/7/2020).
(Baca: Pemuda Muhammadiyah Ungkap Sejumlah Desas-Desus Terkait Reshuffle Kabinet)
Menurut Karyono, pernyataan dari 'Istana' tersebut sulit diterima publik. Pasalnya, sulit diterima akal sehat hanya dalam waktu dua minggu, terhitung sejak presiden memberi peringatan keras akan melakukan reshuffle hingga sekarang sudah ada kemajuan luar biasa.
"Maksud mensesneg mengeluarkan pernyataan itu mungkin hanya untuk meredam gejolak isu reshuffle yang selama dua pekan ini menghangatkan atmosfir politik nasional," tutur dia.
(Baca: Mensesneg Pratikno Dinilai Ingin Amputasi Skenario Reshuffle)
Di sisi lain, Karyono menganggap, maksud Pratikno mungkin baik untuk mendinginkan suasana agar para menteri bisa tenang dan fokus dalam menjalankan tugas. Tetapi, sayangnya, isu reshuffle sudah terlanjur bergulir, yang berawal dari pernyataan presiden. Sehingga perlu waktu untuk menerimanya.
Lihat Juga :