Pemuda Muhammadiyah Ungkap Sejumlah Desas-Desus Terkait Reshuffle Kabinet
Rabu, 08 Juli 2020 - 06:51 WIB
loading...
Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Razikin menyatakan, bahwa persoalan reshuffle kabinet itu merupakan hak prerogatif dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Razikin menyatakan, persoalan reshuffle kabinet itu merupakan hak prerogatif Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, hak tersebut setiap saat Presiden dapat menggunakannya, tentu saja didasari dengan penilaian subjektif Presiden, karena Presiden lah yang memahami betul kinerja para pembantunya.
"Mengenai adanya desas-desus reshuffle, itu hal wajar, karena tidak sedikit orang atau kelompok yang berkepentingan dengan adanya reshuffle," kata Razikin saat dihubungi SINDOnews, Rabu (8/7/2020). (Baca juga: Mensesneg Pratikno Dinilai Ingin Amputasi Skenario Reshuffle)
"Kita tahu sekarang ada partai politik di luar partai koalisi Pemerintah bermanuver mengincar kursi Menteri, ada kelompok relawan Pak Jokowi pada Pilpres juga sedang mengintip peluang masuk kabinet," imbuh dia.
Sebaliknya, menurut Razikin, semua pihak juga berharap Presiden Jokowi harus kuat ketika berhadapan dengan kepungan intervensi koalisi partai baik yang mendorong dilakukan reshuffle maupun yang tidak. (Baca juga: Jokowi Ancam Ganti Menteri, Pratikno: Kinerja Kabinet Membaik Ngapain di-Reshuflle)
Menurut dia, intervensi-intervensi tersebut terkadang membuat Presiden mengalami kesulitan mengevaluasi dan mengawasi kinerja menteri yang berakibat pada buruknya pelaksanaan program Pemerintah.
"Mengenai adanya desas-desus reshuffle, itu hal wajar, karena tidak sedikit orang atau kelompok yang berkepentingan dengan adanya reshuffle," kata Razikin saat dihubungi SINDOnews, Rabu (8/7/2020). (Baca juga: Mensesneg Pratikno Dinilai Ingin Amputasi Skenario Reshuffle)
"Kita tahu sekarang ada partai politik di luar partai koalisi Pemerintah bermanuver mengincar kursi Menteri, ada kelompok relawan Pak Jokowi pada Pilpres juga sedang mengintip peluang masuk kabinet," imbuh dia.
Sebaliknya, menurut Razikin, semua pihak juga berharap Presiden Jokowi harus kuat ketika berhadapan dengan kepungan intervensi koalisi partai baik yang mendorong dilakukan reshuffle maupun yang tidak. (Baca juga: Jokowi Ancam Ganti Menteri, Pratikno: Kinerja Kabinet Membaik Ngapain di-Reshuflle)
Menurut dia, intervensi-intervensi tersebut terkadang membuat Presiden mengalami kesulitan mengevaluasi dan mengawasi kinerja menteri yang berakibat pada buruknya pelaksanaan program Pemerintah.