Mensesneg Pratikno Dinilai Ingin Amputasi Skenario Reshuffle
Selasa, 07 Juli 2020 - 14:02 WIB
loading...
Mensesneg Pratikno dinilai ingin mengamputasi spekulasi isu reshuffle kabinet yang berkembang di masyarakat agar tak ada lagi yang mengaitkan amarah Jokowi dengan reshuffle. Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia menganggap, ada dua hal yang bisa ditangkap dari pernyataan Mensesneg Pratikno yang menyatakan kinerja menteri kabinet membaik setelah ditegur Presiden Jokowi , sehingga isu reshuffle kabinet tidak relevan lagi.
Pertama, Pratikno ingin mengamputasi spekulasi isu reshuffle kabinet yang berkembang di masyarakat agar tak ada lagi yang mengaitkan amarah Jokowi dengan reshuffle.
"Suka tak suka, kemarahan Jokowi secara alamiah mengganggu psikologis menteri dalam bekerja. Siapa pun pasti tertekan bekerja di bawah ancaman pemecatan," ujar Adi saat dihubungi SINDOnews, Selasa (7/7/2020).
Kedua, lanjut dia, pernyataan Pratikno berdampak pada persepsi kurang baik ke Istana. Terutama soal komunikasi ke publik. Ia menilai, satu panggung tapi bunyi speakernya berbeda dalam waktu yang berdekatan. (Baca juga: Diplomasi Secangkir Kopi di Kertanegara ).
"Apa mungkin dalam waktu sekejap kerja menteri langsung ok setelah dimarahi presiden? Kan tak perlu ahli untuk menilai seperti itu. Orang awam pun bisa ngerti," ujarnya.
Pertama, Pratikno ingin mengamputasi spekulasi isu reshuffle kabinet yang berkembang di masyarakat agar tak ada lagi yang mengaitkan amarah Jokowi dengan reshuffle.
"Suka tak suka, kemarahan Jokowi secara alamiah mengganggu psikologis menteri dalam bekerja. Siapa pun pasti tertekan bekerja di bawah ancaman pemecatan," ujar Adi saat dihubungi SINDOnews, Selasa (7/7/2020).
Kedua, lanjut dia, pernyataan Pratikno berdampak pada persepsi kurang baik ke Istana. Terutama soal komunikasi ke publik. Ia menilai, satu panggung tapi bunyi speakernya berbeda dalam waktu yang berdekatan. (Baca juga: Diplomasi Secangkir Kopi di Kertanegara ).
"Apa mungkin dalam waktu sekejap kerja menteri langsung ok setelah dimarahi presiden? Kan tak perlu ahli untuk menilai seperti itu. Orang awam pun bisa ngerti," ujarnya.
Lihat Juga :