alexametrics

Selain Rapid Test, Faktor Ini Pengaruhi Tingginya Kasus Corona Baru

loading...
Selain Rapid Test, Faktor Ini Pengaruhi Tingginya Kasus Corona Baru
Kasus positif dari pandemi virus Corona tiap harinya masih mengalami peningkatan yang tinggi. Terakhir dalam laporan 7 Juli, jumlah pasien bertambah 1.268. Foto/SINDOnews/Antara
A+ A-
JAKARTA - Kasus positif dari pandemi virus Corona (Covid-19) tiap harinya masih mengalami peningkatan yang tinggi. Terakhir dalam laporan 7 Juli, jumlah pasien bertambah 1.268 sehingga total secara keseluruhan sebanyak 66.226.

(Baca juga: Diproduksi 2021, Pembuatan Vaksin Covid-19 Kerja Sama dengan Korea Selatan)

Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengungkapkan hal itu, disebabkan masifnya pemeriksaan tes cepat atau rapid test yang dilakukan pemerintah dalam melacak sumber penularan virus Corona di tengah masyarakat.

"Justru pemerintah semakin mengaktifkan dan memaasifkan pemeriksaan uji tes atau rapid test di berbagai tempat makin banyak sampling, logikanya akan makin banyak orang yang ketahuan itu positif atau enggak, ini konsekuensi daripada mengupayakan apa namanya rapid makin banyak dilakukan pemerintah kita," Selasa (7/7/2020).



Selain itu kata Saleh, penyebab lainnya adalah faktor perpindahan masyarakat antar-kota. Terutama di kawasan Jabodetabek. Sehingga, potensi proses penularan masih sangat tinggi. (Baca juga: Kasus Meninggal Covid-19 Sebanyak 3.309 Orang, Lebih Tinggi dari Angka Global)

"Kemudian, tentu menurut saya, ada perpindahan penduduk migrasi orang misalnya dari kota satelit Jakarta katakanlah Depok, Bogor dan Tangerang Selatan antara Jakarta dengan tempat ini tak bisa dipisahkan kalau tadinya Depok ini bersih, Bogor bersih tapi Jakarta tidak bersih mereka tiap hari lalu lalang ini kan bisa jadi terjadi penyebaran kan sudah pernah ada kejadian," papar Saleh.



Penyebaran itu kata Saleh, seperti halnya ketika mobilitas penumpang di dalam kereta api. Menurutnya, sempat ada contoh orang yang diduga positif Corona masuk dalam rombongan penumpang lainnya di dalam gerbong.

"Justru penyebaran terjadi di KRL ketika ada KRL dan KRL itu ada penumpang setelah dideteksi positif Covid-19. Kami imbau masyarakat memang sedapat mungkin mematuhi protokol kesehatan sebagaimana mestinya," tutur Saleh.
(maf)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak