Pneumonia: Pembunuh Bayi dan Balita yang Terlupakan

Rabu, 09 November 2022 - 14:35 WIB
loading...
A A A
Tata laksana bayi dan balita sakit dengan menggunakan pendekatan MTBS telah terbukti efektif untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi dan balita di dunia. Pada 2020 dilaporkan bahwa presentase kabupaten/kota di Indonesia yang 50% puskesmasnya melaksanakan pemeriksaan dan tata laksana pneumonia sesuai standar pneumonia mencapai 60,7%, telah melampaui target Renstra tahun 2020 yaitu sebesar 50%.

Jika kita hanya melihat angka yang dilaporkan, kita akan merasa bahwa program MTBS telah berjalan dengan baik. Pada tahun ini penulis mengikuti kunjungan lapangan ke beberapa kabupaten/kota untuk mengevaluasi program penanggulangan pneumonia di fasilitas pelayanan kesehatan dan di komunitas, dan menemukan bahwa walaupun laporan yang diberikan oleh Puskesmas bagus, tetapi pelaksanaan MTBS masih belum sesuai dengan yang seharusnya.

Pelatihan MTBS bagi petugas kesehatan di Puskesmas telah lama tidak dilakukan. Masih ada dokter dan perawat Puskesmas yang belum paham tentang MTBS, termasuk gejala pneumonia dan tata laksananya.

Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) di bidang kesehatan, yang salah satunya adalah mengakhiri kematian yang dapat dicegah pada balita menjadi 25 per 1.000 kelahiran pada 2030. Jika kita bisa menurunkan angka kematian akibat pneumonia secara bermakna, hal ini akan berkontribusi besar untuk mencapai target SDGs tersebut.

Oleh karena itu, pneumonia pada anak perlu mendapat perhatian yang lebih serius dan menjadi salah satu prioritas. Walaupun telah rutin dilakukan, capaian program-program terkait “lindungi, cegah dan obati” pneumonia pada anak di Indonesia masih belum semuanya baik, dan kualitas pelaksanaan di lapangan perlu ditingkatkan.

Beberapa upaya telah dilakukan untuk meningkatkan capaian, tetapi pneumonia masih merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada bayi dan anak. Pandemi Covid-19 telah memberikan pembelajaran yang sangat berarti dalam penanggulangan suatu penyakit. Upaya komprehensif, inovatif, masif dan melibatkan berbagai sektor sangat diperlukan untuk mengentaskan masalah pneumonia di Indonesia.

Tanggal 12 November mendatang yang diperingati sebagai Hari Pneumonia Sedunia perlu dijadikan momentum untuk mulai melakukan aksi bersama yang nyata. Setiap napas anak sangat berharga, lindungi anak Indonesia dari pneumonia!
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ibu Hamil dan Balita...
Ibu Hamil dan Balita juga Tidak Terima MBG saat Libur Sekolah
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
BGN Wajibkan Dapur MBG...
BGN Wajibkan Dapur MBG Prioritaskan Ibu Hamil dan Balita, Ahli Gizi: Fokus Tekan Stunting
Asosiasi Minta Rancangan...
Asosiasi Minta Rancangan Aturan Peringatan Kesehatan Tak Bertentangan dengan UU Hak Kekayaan Intelektual
UU Kesehatan Digugat...
UU Kesehatan Digugat Dharma Pongrekun, Kemenkes: Aturan Disusun Perhatikan Hak Warga Negara
Paru-Paru Balita Rentan...
Paru-Paru Balita Rentan Polusi, Ini Langkah Penting Lindungi Anak dari Infeksi Pernapasan
Menkes Pastikan Korban...
Menkes Pastikan Korban Penyekapan di Bandung Jalani Rehabilitasi dan Rekonstruksi secara Optimal
Viral Mitos Lemak Berbahaya...
Viral Mitos Lemak Berbahaya untuk MPASI Anak, Ini Penjelasan Dokter!
Rekomendasi
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
My Devil President:...
My Devil President: Microdrama CEO yang Penuh Plot Twist
Berita Terkini
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved