Pneumonia: Pembunuh Bayi dan Balita yang Terlupakan

Rabu, 09 November 2022 - 14:35 WIB
loading...
A A A
Pneumonia dapat dicegah, dan upaya-upaya pencegahannya telah lama dikenal dan tersedia, antara lain dengan pemberian vaksin. Vaksin-vaksin yang bermanfaat untuk mencegah pneumonia adalah vaksin Diphteri, Pertusis, HiB, Campak dan Pneumokokus. Vaksin Diphteri, Pertusis, HiB dan Campak telah lama menjadi bagian dari program imunisasi nasional di Indonesia, dan telah rutin diberikan pada balita.

Vaksin pneumokokus terbukti efektif untuk mencegah pneumonia yang disebabkan oleh Streptococcus pneumonia, yaitu bakteri yang sering menyebabkan pneumonia berat dan kematian pada anak. Di tingkat global vaksin pneumokokus untuk anak telah direkomendaiskan sejak 2000-an, dan di Indonesia telah diberikan pada anak di layanan praktik swasta dengan harga yang tidak murah.

Tahun 2022 merupakan tonggak yang penting bagi pencegahan pneumonia pada anak di Indonesia karena pada tahun ini pemerintah memasukkan vaksin Pneumokokus sebagai vaksin rutin pada program imunisasi nasional untuk bayi usia < 12 bulan, yang bisa didapatkan secara gratis di Puskesmas.

Sebagian besar kematian pada pneumonia disebabkan oleh kondisi hipoksemia, yang sebenarnya dapat dicegah jika anak tidak terlambat diobati. Oleh karena itu pengenalan dini gejala pneumonia oleh orang tua dan tenaga kesehatan menjadi salah satu kunci penting untuk menghindarkan anak dari kematian akibat pneumonia. Gejala utama pneumonia, yaitu batuk dan napas cepat, merupakan gejala yang dapat dikenali oleh orang tua. Orang tua dapat diajari cara menghitung laju napas anak dalam satu menit, dan diberikan informasi tentang batasan napas cepat pada anak.

MenasIhati orang tua untuk segera membawa anaknya ke fasilitas kesehatan terdekat jika terdapat napas cepat atau tanda bahaya lainnya, juga merupakan hal penting untuk mencegah keterlambatan penanganan pneumonia. Upaya-upaya sederhana tersebut tertuang dalam manajemen terpadu balita sakit (MTBS) yang dibuat oleh WHO dan UNICEF dan telah diperkenalkan sejak tahun 1996.

Implementasi MTBS di Puskesmas di Indonesia telah diadakan sejak awal 2000. Pemeriksaan untuk semua bayi dan balita sakit yang berkunjung ke Puskesmas seharusnya dilakukan dengan pendekatan MTBS dan dokter/perawat mengisi form pemeriksaan MTBS untuk masing-masing bayi/balita tersebut.

Dengan pendekatan MTBS, bayi/balita yang datang berobat ke Puskesmas akan dievaluasi secara komprehensif terkait beberapa hal dan penyakit yang sering menyebabkan kesakitan dan kematian pada bayi dan balita. Misalnya ada seorang anak yang dibawa ke Puskesmas karena batuk, dengan pendekatan MTBS, dokter/perawat akan melakukan pemeriksaan lengkap dan menanyakan gejala dan tanda demam, diare, infeksi telinga, masalah gizi, kelengkapan imunisasi dan lain-lain.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketua Komite III DPD...
Ketua Komite III DPD RI Desak Kemenkes Percepat Pengadaan Alat Deteksi HIV pada Bayi
Ibu Hamil dan Balita...
Ibu Hamil dan Balita juga Tidak Terima MBG saat Libur Sekolah
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
BGN Wajibkan Dapur MBG...
BGN Wajibkan Dapur MBG Prioritaskan Ibu Hamil dan Balita, Ahli Gizi: Fokus Tekan Stunting
Asosiasi Minta Rancangan...
Asosiasi Minta Rancangan Aturan Peringatan Kesehatan Tak Bertentangan dengan UU Hak Kekayaan Intelektual
Hadirkan Direktur Kemenkes...
Hadirkan Direktur Kemenkes RI, FK Unair Cetak Multi-Star Doctor Komunikatif
Paru-Paru Balita Rentan...
Paru-Paru Balita Rentan Polusi, Ini Langkah Penting Lindungi Anak dari Infeksi Pernapasan
Menkes Pastikan Korban...
Menkes Pastikan Korban Penyekapan di Bandung Jalani Rehabilitasi dan Rekonstruksi secara Optimal
Rekomendasi
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Sah! Nathalie Holscher...
Sah! Nathalie Holscher Resmi Menikah dengan Arief Fadli, Jawaban Doa Umrah
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
Berita Terkini
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Infografis
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved