Perkuat Komunikasi Antaragama, Ketum PKB Kukuhkan BERANI Jadi Banom Baru
Senin, 31 Oktober 2022 - 18:18 WIB
loading...
Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar resmi mengukuhkan Badan Persaudaran Antar Iman (BERANI) sebagai badan otonom (Banom) PKB. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar resmi mengukuhkan Badan Persaudaran Antar Iman (BERANI) sebagai badan otonom (Banom) Partai Kebangkitan Bangsa. BERANI diharapkan menjadi jembatan komunikasi antar penganut keyakinan di Indonesia sehingga meminimalkan potensi perpecahan bangsa.
“Tingginya loyalitas umat beragama di Indonesia harus menjadi modal besar bagi terciptanya harmoni bangsa. Keikutsertaan elemen masyarakat termasuk BERANI dalam mempromosikan komunikasi antar penganut keyakinan akan meminimalkan potensi kesalahpahaman dan perpecahan karena keyakinan,” katanya, saat memberikan sambutan pengukuhan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) BERANI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (31/10/2022).
Dia menjelaskan, agama dan keyakinan sebagai pondasi kehidupan bernegara relatif kokoh dan teruji selama puluhan tahun. Namun, saat ini pondasi kehidupan bangsa tersebut menghadapi tantangan perubahan jaman dalam bentuk radikalisme, hingga pola hidup pragmatis. “Tantangan ini harus dihadapi secara sungguh-sungguh sehingga agama dan keyakinan sebagai modal besar dalam kehidupan berbangsa tetap terjaga,” ujarnya.
Baca juga: Sikapi Teror, PKB Ajak Umat Beragama Perkuat Tali Persaudaraan
Wakil Ketua DPR ini mengungkapkan, setidaknya ada tiga tantangan besar yang mengancam harmonisasi kehidupan umat beragama di Indonesia. Pertama, menurunnya semangat nasionalisme seiring kian tipisnya batas lintas negara akibat kemajuan teknologi.
“Tingginya loyalitas umat beragama di Indonesia harus menjadi modal besar bagi terciptanya harmoni bangsa. Keikutsertaan elemen masyarakat termasuk BERANI dalam mempromosikan komunikasi antar penganut keyakinan akan meminimalkan potensi kesalahpahaman dan perpecahan karena keyakinan,” katanya, saat memberikan sambutan pengukuhan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) BERANI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (31/10/2022).
Dia menjelaskan, agama dan keyakinan sebagai pondasi kehidupan bernegara relatif kokoh dan teruji selama puluhan tahun. Namun, saat ini pondasi kehidupan bangsa tersebut menghadapi tantangan perubahan jaman dalam bentuk radikalisme, hingga pola hidup pragmatis. “Tantangan ini harus dihadapi secara sungguh-sungguh sehingga agama dan keyakinan sebagai modal besar dalam kehidupan berbangsa tetap terjaga,” ujarnya.
Baca juga: Sikapi Teror, PKB Ajak Umat Beragama Perkuat Tali Persaudaraan
Wakil Ketua DPR ini mengungkapkan, setidaknya ada tiga tantangan besar yang mengancam harmonisasi kehidupan umat beragama di Indonesia. Pertama, menurunnya semangat nasionalisme seiring kian tipisnya batas lintas negara akibat kemajuan teknologi.
Lihat Juga :