Perkuat Komunikasi Antaragama, Ketum PKB Kukuhkan BERANI Jadi Banom Baru
Senin, 31 Oktober 2022 - 18:18 WIB
loading...
A
A
A
“Tantangan ini harus dihadapi secara serius dengan menguatkan semangat nasionalisme dalam mengelola bangsa kita. Tantangan ini bisa diatasi dengan membangun kesadaran sosial. Berbagai program yang membangun semanagat persatuan dan nasionalisme bisa dijalankan melalui pendidikan, kultur dan budaya,” tegas Muhaimin.
Baca juga: Kapolri: Kita Terus Membangun Nilai Persatuan, Toleransi, dan Keberagaman
Tantangan kedua, kata dia, adalah munculnya hambatan kebebasan beragama baik dari sisi produk legislasi maupun ancaman horizontal yang muncul dari dalam maupun luar negeri. Situasi ini membutuhkan langkah konkret baik legislatif dan eksekutif. Tapi, peran masyarakat juga cukup penting dalam memecahkan tantangan kedua ini.
“BERANI harus menjadi lembaga advokasi untuk memastikan kebebasan beragama dan menjalankan keyakinan. Baik melalui review legislasi maupun advokasi memberikan perlindungan langsung bagi warga negara yang terancam kebebasan beragamanya,” ucapnya.
Tantangan ketiga, bangsa Indonesia yang terdiri dari agama dan keyakinan memiliki ketaatan dan loyalitas tinggi bagi agama dan keyakinan masing-masing. Sisi positifnya hal itu bisa jadi pondasi kehidupan bermasyarakat, negatifnya bisa saling curiga antar keyakinan. “BERANI harus menjadi penyangga antar keimanan. Kecurigaan dan perbedaan antara pemeluk keyakinan menjadi modal kemajuan bukan hambatan kemajuan,” katanya. kiswondari
Baca juga: Kapolri: Kita Terus Membangun Nilai Persatuan, Toleransi, dan Keberagaman
Tantangan kedua, kata dia, adalah munculnya hambatan kebebasan beragama baik dari sisi produk legislasi maupun ancaman horizontal yang muncul dari dalam maupun luar negeri. Situasi ini membutuhkan langkah konkret baik legislatif dan eksekutif. Tapi, peran masyarakat juga cukup penting dalam memecahkan tantangan kedua ini.
“BERANI harus menjadi lembaga advokasi untuk memastikan kebebasan beragama dan menjalankan keyakinan. Baik melalui review legislasi maupun advokasi memberikan perlindungan langsung bagi warga negara yang terancam kebebasan beragamanya,” ucapnya.
Tantangan ketiga, bangsa Indonesia yang terdiri dari agama dan keyakinan memiliki ketaatan dan loyalitas tinggi bagi agama dan keyakinan masing-masing. Sisi positifnya hal itu bisa jadi pondasi kehidupan bermasyarakat, negatifnya bisa saling curiga antar keyakinan. “BERANI harus menjadi penyangga antar keimanan. Kecurigaan dan perbedaan antara pemeluk keyakinan menjadi modal kemajuan bukan hambatan kemajuan,” katanya. kiswondari
(cip)
Lihat Juga :