Peneliti Kesehatan Australia Nilai Pemerintah Sigap Respons Kasus Gagal Ginjal Akut

Jum'at, 28 Oktober 2022 - 19:54 WIB
loading...
Peneliti Kesehatan Australia...
Peneliti Keamanan dan Ketahanan Kesehatan Global Griffith University Australia Dicky Budiman menilai pemerintah sigap merespons pengobatan kasus gagal ginjal akut. Foto/Okezone
A A A
JAKARTA - Pemerintah dinilai sigap merespons pengobatan kasus gagal ginjal akut. Namun, pemerintah dinilai perlu meningkatkan respons dari sisi mitigasi.

"Kalau bicara di kuratif, respons untuk treatment, pemerintah relatif lebih responsif, lebih sigap, termasuk dalam konteks (pengadaan) Fomepizole. Kita apresiasi itu," ujar Peneliti Keamanan dan Ketahanan Kesehatan Global Griffith University Australia Dicky Budiman, Jumat (28/10/2022). Baca juga: Kasus Gagal Ginjal Akut, Bareskrim Bidik Perusahaan Farmasi Lain

Akan tetapi, perlu didukung penyelenggaraan secara good governence dalam konteks pelayanan publik. Dia berpendapat bahwa pemerintah perlu menetapkan status kejadian luar biasa supaya pendanaan dan segala aktivitas untuk mencegah bertambahnya korban ada dalam naungan yang legal, mendukung, dan memudahkan.

"Termasuk penggratisan biaya. Ini perintah yang sangat kita apresiasi dari Presiden Jokowi. Artinya di level menteri dan kepala daerah bisa dalam bentuk status KLB untuk melegalkan kebijakan penggratisan biaya pada semua yang terdampak," tutur Dicky.

Kalau kebijakan pemerintah di tahap treatment sudah bagus, Dicky mengkritisi di sisi deteksi dini. Dicky mengatakan ini yang sering terlewatkan sehingga korban meningkat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Janji Pemerintah Beri...
Janji Pemerintah Beri Santunan ke Korban Gagal Ginjal Akut Ditagih
Epidemiolog: Penanganan...
Epidemiolog: Penanganan Covid-19 Indonesia secara Keseluruhan Cukup Baik
Jaga Keselamatan Pasien,...
Jaga Keselamatan Pasien, BPOM Dorong Terbangunnya Sistem Farmakovigilans yang Efektif
Bareskrim Periksa Kepala...
Bareskrim Periksa Kepala BPOM DKI Jakarta Terkait Kasus Gagal Ginjal Anak
Gagal Ginjal Akut Kembali...
Gagal Ginjal Akut Kembali Ditemukan, Partai Perindo Pertanyakan Pengawasan Peredaran Obat
Kisah Atlet Gagal Ginjal...
Kisah Atlet Gagal Ginjal dan Harapan Baru Lewat Terapi CAPD
Gagal Ginjal Tak Bergejala,...
Gagal Ginjal Tak Bergejala, Masyarakat Diimbau Deteksi Dini Lewat Tes Urin
Dokter Spesialis Urologi...
Dokter Spesialis Urologi Soroti Minimnya Donor Ginjal, Ingin Pemerintah Bentuk Bank Donor
Rekomendasi
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
4 Penyebab Gagal Ginjal...
4 Penyebab Gagal Ginjal di Usia Muda, Salah Satunya Infeksi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved