Eks Kepala BPN Riau Diduga Minta Suap Rp3,5 Miliar untuk Urus Perpanjangan HGU
Kamis, 27 Oktober 2022 - 20:19 WIB
loading...
Mantan Kepala BPN Riau M Syahrir diduga meminta uang Rp3,5 miliar untuk memuluskan pengurusan perpanjangan izin HGU. Foto: MPI/Ariedwi Satrio
A
A
A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga mantan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional ( BPN ) Riau M Syahrir pernah meminta uang sebesar Rp3,5 miliar ke petinggi PT Adimulia Agrolestari, Frank Wijaya (FW), dan Sudarso (SDR). Uang tersebut diduga pelicin untuk memuluskan pengurusan perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) PT Adimulia Agrolestari (PT AA) yang bakal berakhir masa berlakunya pada 2024.
"Diduga ada permintaan uang oleh MS sekitar Rp3,5 miliar dalam bentuk dollar Singapura dengan pembagian 40 persen sampai 60 persen sebagai uang muka dan MS menjanjikan segera mempercepat proses pengurusan HGU PT AA," kata Ketua KPK, Firli Bahuri saat menggelar konpers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (27/10/2022).
Lebih lanjut, kata Firli, Sudarso kemudian diduga menyerahkan uang senilai 120.000 dolar Singapura ke M Syahrir. Uang tersebut diserahkan di rumah dinas M Syahrir. Syahrir meminta agar Sudarso tidak membawa alat komunikasi saat penyerahan uang. "MS juga mensyaratkan agar SDR tidak membawa alat komunikasi apapun," terangnya.
Baca juga: Mantan Kepala BPN Riau Jadi Tersangka Suap Pengurusan HGU
Setelah menerima uang tersebut, lanjut Firli, Syahrir kemudian memimpin ekspose permohonan perpanjangan HGU PT Adimulia Agrolestari. Dalam ekspose tersebut, Syahrir menyatakan bahwa usulan perpanjangan PT Adimulia Agrolestari bisa ditindaklanjuti.
"Diduga ada permintaan uang oleh MS sekitar Rp3,5 miliar dalam bentuk dollar Singapura dengan pembagian 40 persen sampai 60 persen sebagai uang muka dan MS menjanjikan segera mempercepat proses pengurusan HGU PT AA," kata Ketua KPK, Firli Bahuri saat menggelar konpers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (27/10/2022).
Lebih lanjut, kata Firli, Sudarso kemudian diduga menyerahkan uang senilai 120.000 dolar Singapura ke M Syahrir. Uang tersebut diserahkan di rumah dinas M Syahrir. Syahrir meminta agar Sudarso tidak membawa alat komunikasi saat penyerahan uang. "MS juga mensyaratkan agar SDR tidak membawa alat komunikasi apapun," terangnya.
Baca juga: Mantan Kepala BPN Riau Jadi Tersangka Suap Pengurusan HGU
Setelah menerima uang tersebut, lanjut Firli, Syahrir kemudian memimpin ekspose permohonan perpanjangan HGU PT Adimulia Agrolestari. Dalam ekspose tersebut, Syahrir menyatakan bahwa usulan perpanjangan PT Adimulia Agrolestari bisa ditindaklanjuti.
Lihat Juga :