Menjaga Daya Beli dengan Stimulus dan Insentif
Rabu, 26 Oktober 2022 - 12:29 WIB
loading...
A
A
A
Secara rinci, untuk sektor automotif, utilisasi dan penjualan diharapkan dapat kembali ke 1 juta, sehingga industri tersebut dapat kembali menjadi kontributor ekspor dan bersaing pada pangsa pasar global. Sedangkan, pada sektor properti stimulus ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja penjualan para emiten properti yang sebelumnya menurun 21% secara keseluruhan.
Namun kita perlu waspada kekhawatiran resesi dunia yang akan terjadi pada 2023. Resesi sendiri merupakan fenomena turunnya perekonomian dunia karena dipicu oleh inflasi alias naiknya harga-harga. Untuk mereka yang punya banyak uang, tentu sudah memikirkan langkah strategis dan masuk akal bagaimana untuk menyelamatkan aset mereka dari hantu inflasi ini.
Diakui fundamental ekonomi Indonesia memang masih baik dan bahkan memasuki fase ekspansi, namun demikian perlambatan pertumbuhan global perlu tetap diwaspadai. Ancaman resesi global yang nyata di tengah lonjakan inflasi tinggi harus segera diantisipasi otoritas fiskal, moneter, maupun jasa keuangan dalam negeri.
Masiih cukup stabilnnya perekonomian RI di tengah ancaman resesi global dan volatilitas sektor keuangan yang tinggi, ini berkat kian pulihnya mobilitas masyarakat seiring pandemi mereda, plus harga-harga komoditas unggulan ekspor kita melambung luar biasa. Kita berharap pemerintah dapat terus menjaga daya beli masyarakat dengan tetap memberikan stimulus kepada masyarakat. Insentif bantuan sosial (bansos) dari pemerintah sangat efektif mendorong daya beli masyarakat khususnya kelompok pendapatan menengah ke bawah.
Namun kita perlu waspada kekhawatiran resesi dunia yang akan terjadi pada 2023. Resesi sendiri merupakan fenomena turunnya perekonomian dunia karena dipicu oleh inflasi alias naiknya harga-harga. Untuk mereka yang punya banyak uang, tentu sudah memikirkan langkah strategis dan masuk akal bagaimana untuk menyelamatkan aset mereka dari hantu inflasi ini.
Diakui fundamental ekonomi Indonesia memang masih baik dan bahkan memasuki fase ekspansi, namun demikian perlambatan pertumbuhan global perlu tetap diwaspadai. Ancaman resesi global yang nyata di tengah lonjakan inflasi tinggi harus segera diantisipasi otoritas fiskal, moneter, maupun jasa keuangan dalam negeri.
Masiih cukup stabilnnya perekonomian RI di tengah ancaman resesi global dan volatilitas sektor keuangan yang tinggi, ini berkat kian pulihnya mobilitas masyarakat seiring pandemi mereda, plus harga-harga komoditas unggulan ekspor kita melambung luar biasa. Kita berharap pemerintah dapat terus menjaga daya beli masyarakat dengan tetap memberikan stimulus kepada masyarakat. Insentif bantuan sosial (bansos) dari pemerintah sangat efektif mendorong daya beli masyarakat khususnya kelompok pendapatan menengah ke bawah.
(bmm)
Lihat Juga :