Sudirman Said: Penegakan Hukum Harus Menjadi Prioritas Seluruh Elemen Bangsa
Selasa, 25 Oktober 2022 - 21:01 WIB
loading...
Ketua Institut Harkat Negeri Sudirman Said menilai penegakan hukum harus menjadi prioritas seluruh elemen bangsa. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Tingkat kepuasan dan keyakinan publik terhadap pemerintahan Jokowi-KH Ma'ruf Amin mengalami penurunan sebanyak 5% dari Juni 2022 lalu. Pada Oktober ini, tingkat kepuasan masyarakat hanya sebesar 62,1%.
Berdasarkan hasil temuan lembaga survei, ada lima aspek penurunan angka kepuasan. Penurunan terdalam terjadi pada aspek penegakan hukum, disusul politik dan keamanan, kesejahteraan sosial, dan ekonomi.
Ketua Institut Harkat Negeri Sudirman Said menilai, hasil survei ini menampilkan situasi penegakan hukum Tanah Air saat ini secara akurat. "Keprihatinan yang mendalam dari seluruh rakyat adalah soal lemahnya penegakan hukum dan tata kelola," ujar Sudirman, Selasa (25/10/2022).
Baca juga: Survei LSI: Mayoritas Publik Nilai Penegakan Hukum Buruk
Sudirman menyebut, saat ini lembaga penegak hukum di Indonesia seperti terjebak dalam lumpur hisap permainannya sendiri. Karena banyak skandal-skandal hukum yang dicoba ditutupi oleh para penegak hukum, yang terjadi adalah semakin bergerak usaha menutupi, instansi penegak hukum makin terhisap pada kedalaman permainan itu.
Berdasarkan hasil temuan lembaga survei, ada lima aspek penurunan angka kepuasan. Penurunan terdalam terjadi pada aspek penegakan hukum, disusul politik dan keamanan, kesejahteraan sosial, dan ekonomi.
Ketua Institut Harkat Negeri Sudirman Said menilai, hasil survei ini menampilkan situasi penegakan hukum Tanah Air saat ini secara akurat. "Keprihatinan yang mendalam dari seluruh rakyat adalah soal lemahnya penegakan hukum dan tata kelola," ujar Sudirman, Selasa (25/10/2022).
Baca juga: Survei LSI: Mayoritas Publik Nilai Penegakan Hukum Buruk
Sudirman menyebut, saat ini lembaga penegak hukum di Indonesia seperti terjebak dalam lumpur hisap permainannya sendiri. Karena banyak skandal-skandal hukum yang dicoba ditutupi oleh para penegak hukum, yang terjadi adalah semakin bergerak usaha menutupi, instansi penegak hukum makin terhisap pada kedalaman permainan itu.
Lihat Juga :