Survei LSI: Mayoritas Publik Nilai Penegakan Hukum Buruk

Kamis, 20 Oktober 2022 - 13:46 WIB
loading...
Survei LSI: Mayoritas...
Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan mengungkapkan lebaih banyak masyarakat menilai penegakan hukum di Indonesia buruk. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sebagian besar masyarakat menilai kondisi penegakan hukum di Tanah Air buruk. Hal ini terpotret dalam hasil survei yang dirilis oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada bulan Oktober 2022 ini.

"Yang menilai buruk masih lebih banyak atau jauh lebih banyak dibandingkan yang menilai baik. Ada sekitar 43% yang menilai buruk. Hanya 23,4% yang menilai kondisi penegakkan hukum baik," kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dalam paparannya secara daring, Kamis (20/10/2022).

Dari data yang dipaparkan terlihat, publik yang menilai penegakan hukum secara nasional sangat baik (3,3%), baik (20,1%), sedang (26,8%), buruk (29,2%), sangat buruk (13,7%). Sementara, yang tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 6,9%.



Djayadi juga menyebut bahwa persepi publik terhadap kondisi penegakkan hukum nasional ini belum trennya belum mengalami perbaikan sejak 1-2 bulan belakangan ini. "Yang menilai buruk jauh lebih banyak dibandingkan dengan yang menilai baik," ujarnya.

Untuk diketahui, survei LSI ini dilakukan pada tanggal 6-10 Oktober 2022 melalui telepon. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 1.212 responden.

Pemilihan sampel dilakukan melalui metode random digit dialing (RDD). RDD merupakan teknik memilih sampel melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak. Adapun, margin of error yang diterapkan dalam survei ini sebesar ±2,9%, dengan tingkat kepercayaan 95%.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Hasil Survei: Publik...
Hasil Survei: Publik Puas dengan Kinerja Prabowo-Gibran, Dukung Program MBG dan KDKMP
Sahroni: Dengan UU Polri...
Sahroni: Dengan UU Polri Baru, Transparansi Penegakan Hukum Akan Lebih Meningkat
Poltracking Temukan...
Poltracking Temukan PDIP Puas Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Polri Tetapkan 13 Tersangka...
Polri Tetapkan 13 Tersangka Sepanjang 2026 Terkait Haji Ilegal
Polda Metro Jaya Tak...
Polda Metro Jaya Tak Bawa Seluruh Bukti di Sidang Praperadilan, TAUD: Hambat Penegakan Hukum
Survei Nasional: 83,7...
Survei Nasional: 83,7 Persen Publik Puas Kinerja Pertamina
Komdigi Dorong Sinkronisasi...
Komdigi Dorong Sinkronisasi Penegakan Hukum Ruang Digital
Rekomendasi
Belanda Pesta Gol, Swedia...
Belanda Pesta Gol, Swedia Dibantai 5-1 di Houston
Jakarta Rawan Sinkhole,...
Jakarta Rawan Sinkhole, Wagub DKI Rano: Ada Daerah Berpotensi Ambles
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved