Sambil Menangis, Adik Brigadir J Ceritakan Dilarang Gendong Abangnya
Selasa, 25 Oktober 2022 - 14:41 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kamaruddin Simanjuntak Ungkap Kesaksian Adik Brigadir J di Sidang Lanjutan Bharada E
"Setengah empat subuh dokter keluar bertemu saya, dokter tanya bapak adik almarahum yah, iya dok. Dokter beritahu autopsi selesai 20 menit lalu, setelah autopsi pembersihan luka karena ada beberapa lubang tembakan, begitu dokter bilang, ada Kombes Pol menghentikan, cukup dok lalu dokternya ditarik keluar," tuturnya.
Saat itu, Maha Reza mengaku meminta izin pada dokter untuk mengambil pakaian kakaknya itu, hanya saja Kombes tersebut melarangnya dan menyuruhnya menunggu saja. Bahkan, dirinya juga sempat ngotot meminta izin karena dirinya merupakan adik almarhum, tapi tetap dilarang oleh polisi berpangkat Kombes tersebut. "Mau tak mau ikuti perintah juga saya tunggu di luar. Saya gak boleh masuk (sampai jenazah dimasukan ke peti)," jelasnya.
Sambil menangis, Maha Reza menambahkan, saat jenazah kakaknya itu hendak dimasukan ke dalam peti mati, dia meminta izin untuk melihat dan menggendong jenazah kakaknya untuk terakhir kalinya. Namun, Kombes itu lagi-lagi melarangnya dan memaksanya untuk menunggu saja di luar, baru saat jenazah sudah dimasukan ke dalam peti mati dia pun dibolehkan melihat jenazah kakaknya.
"Ketika sudah rapi masuk peti segala macam, baru saya boleh lihat almarhum. Masih boleh (buka peti melihat wajah Brigadir J), tapi saat saya doa (bersama AKBP Hendri) juga saya masih dengar jelas, sudah belum sih. Begitu selesai langsung, tutup, lalu berangkat ke bandara, jam 4 lewat," katanya.
"Setengah empat subuh dokter keluar bertemu saya, dokter tanya bapak adik almarahum yah, iya dok. Dokter beritahu autopsi selesai 20 menit lalu, setelah autopsi pembersihan luka karena ada beberapa lubang tembakan, begitu dokter bilang, ada Kombes Pol menghentikan, cukup dok lalu dokternya ditarik keluar," tuturnya.
Saat itu, Maha Reza mengaku meminta izin pada dokter untuk mengambil pakaian kakaknya itu, hanya saja Kombes tersebut melarangnya dan menyuruhnya menunggu saja. Bahkan, dirinya juga sempat ngotot meminta izin karena dirinya merupakan adik almarhum, tapi tetap dilarang oleh polisi berpangkat Kombes tersebut. "Mau tak mau ikuti perintah juga saya tunggu di luar. Saya gak boleh masuk (sampai jenazah dimasukan ke peti)," jelasnya.
Sambil menangis, Maha Reza menambahkan, saat jenazah kakaknya itu hendak dimasukan ke dalam peti mati, dia meminta izin untuk melihat dan menggendong jenazah kakaknya untuk terakhir kalinya. Namun, Kombes itu lagi-lagi melarangnya dan memaksanya untuk menunggu saja di luar, baru saat jenazah sudah dimasukan ke dalam peti mati dia pun dibolehkan melihat jenazah kakaknya.
"Ketika sudah rapi masuk peti segala macam, baru saya boleh lihat almarhum. Masih boleh (buka peti melihat wajah Brigadir J), tapi saat saya doa (bersama AKBP Hendri) juga saya masih dengar jelas, sudah belum sih. Begitu selesai langsung, tutup, lalu berangkat ke bandara, jam 4 lewat," katanya.
(cip)
Lihat Juga :