BNPB Catat 165 Warga Blitar Mengungsi Akibat Pergerakan Tanah

Minggu, 23 Oktober 2022 - 05:20 WIB
loading...
BNPB Catat 165 Warga Blitar Mengungsi Akibat Pergerakan Tanah
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 165 warga di lima kecamatan wilayah Kabupaten Blitar mengungsi akibat bencana pergerakan tanah. Foto: BNPB
A A A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) mencatat sebanyak 165 warga di lima kecamatan wilayah Kabupaten Blitar mengungsi akibat bencana pergerakan tanah. Mereka mengungsi di Kantor Desa Binangun dan Kantor Desa Balerejo, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur.

Hasil kaji cepat tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar per Sabtu (22/10/2022), fenomena pergerakan tanah itu berdampak pada 27 KK/223 jiwa dan 27 unit rumah warga.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan BPBD Kabupaten Blitar telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna penyelamatan warga, pendataan, dan melakukan pemasangan rambu-rambu peringatan upaya untuk menimimalisir kemungkinan terburuk.

Baca juga: 95 Rumah Rusak, Sebagian Miring Akibat Tanah Gerak dan Longsor di Pekalongan



Abdul menambahkan, BPBD akan menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak dan pengungsi pada Minggu (23/10/2022). Bantuan itu di antaranya logistik pangan, perlengkapan keluarga, dan perlengkapan bayi.

Adapun kendala medan yang dihadapi dalam distribusi bantuan, tidak menyurutkan tim dalam melakukan upaya penanganan darurat. Dia melanjutkan, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Blitar, menurut prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika hingga Sabtu (22/10/2020).

"Sementara itu, berdasarkan analisis gerakan tanah dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, termasuk wilayah dengan potensi gerakan tanah menengah hingga tinggi," pungkasnya, Minggu (23/10/2022).
(rca)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2754 seconds (11.210#12.26)