Jokowi Ingatkan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Harus Konsisten Dilaksanakan

Senin, 06 Juli 2020 - 15:03 WIB
loading...
Jokowi Ingatkan Penurunan...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan bahwa meskipun di tengah pandemi COVID-19, agenda program strategis nasional tidak boleh dilupakan. Foto/SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan bahwa meskipun di tengah pandemi COVID-19, agenda program strategis nasional tidak boleh dilupakan. Salah satunya terkait dengan penurunan emisi gas rumah kaca.

“Kita memiliki target untuk emisi karbon yang harus diturunkan berdasarkan konvensi perubahan iklim yang telah kita ratifikasi yaitu 29% pada 2030 dan 41% dengan dukungan kerja sama teknik dari luar negeri,” ujarnya saat membuka rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7/2020). (Baca juga: Prabowo Rapikan Kerah Enzo di Akmil Magelang)

Dia menuturkan ada beberapa kewajiban yang harus dipenuhi Indonesia dalam penurunan emisi gas rumah kaca. Di antaranya di sektor kehutanan 17,2%, sektor energi 11%, sektor limbah 0,32%, sektor pertanian 0,13%%, serta sektor industri dan transportasi sebesar 0,11%.

Pada kesempatan itu, Jokowi memberikan beberapa instruksi. Di antaranya adalah konsisten dalam menjalankan program pemulihan lingkungan untuk menurunkan emisi gas rumah kaca.

“Kemudian juga perlindungan gambut dan rehabilitasi hutan dan lahan harus terus dilanjutkan. Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin titip hati-hati masalah kebakaran hutan dan lahan. Ini sudah masuk ke musim panas,” tandasnya.

Lalu berkaitan dengan perlindungan biodiversiti yang merupakan upaya melindungi hutan dan memulihkan habitat. Jokowi meminta agar hal tersebut dipastikan jalan di lapangan.

“Selanjutnya pengembangan biodiesel B30, B50, dan akan ke B100. Lalu pengembangan energi surya, dan energi angin. Saya kira kita sudah memulai ini dan agar terus dilanjutkan,” tuturnya.

Dia minta agar tahapan menurunkan emisi gas rumah kaca segera dijalankan. Termasuk masalah regulasi dan pendanaannya. Dengan begitu target pengurangan dapat tercapai. (Baca juga: Pengamat Nilai Dua Menteri dalam Posisi Rawan Kena Reshuffle)

“Urusan instrumen untuk pendanaannya yang kita harapkan ini termasuk insentif bagi pemangku kepentingan. Ini juga harus kita lihat dan kita harus memastikan bahwa pengaturan karbon memiliki dampak yang signifikan bagi pencapaian target gas rumah kaca sebesar 26% pada tahun 2020 dan 29% pada tahun 2030,” paparnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jumhur Dorong Penanaman...
Jumhur Dorong Penanaman Bambu untuk Serap Emisi dan Tingkatkan Penghasilan Warga
Forum Bisnis New York,...
Forum Bisnis New York, RI Dorong Investasi Karbon Hutan Berintegritas Tinggi
Kolaborasi dan Deteksi...
Kolaborasi dan Deteksi Dini Hadapi Ancaman Karhutla 2026
Perangkap Kerugian Lingkungan...
Perangkap Kerugian Lingkungan dan Ancaman Ketidakpastian Hukum bagi Investasi Indonesia
Ancaman Karhutla: Dari...
Ancaman Karhutla: Dari Pemadaman Api Menuju Pencegahan Hotspot
Apel Kesiapsiagaan Karhutla...
Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 di Riau, Menko Polkam: Negara Komitmen Pencegahan Dini
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
15 Ribu Hektare Lahan...
15 Ribu Hektare Lahan Hangus Akibat Karhutla di Aceh dan Riau
EV dan SPKLU, Infrastruktur...
EV dan SPKLU, Infrastruktur Penting untuk Mendukung Mobilitas Rendah Emisi
Rekomendasi
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Keterlambatan RKAB 2026...
Keterlambatan RKAB 2026 Dinilai Hambat Pasokan Batu Bara PLTU Jawa-Bali
Berita Terkini
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Infografis
Miliki Kesamaan, Dedi...
Miliki Kesamaan, Dedi Mulyadi The Next Jokowi?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved