Ancaman Resesi Global dan Respons Kebijakan

Sabtu, 15 Oktober 2022 - 11:26 WIB
loading...
A A A
Banyak ekonom memperkirakan dunia akan terjun kejurangresesi pada 2023, salah satunya karena terdampak oleh langkahbank sentral di negara majuyang agresifmenaikkan suku bungaacuandansekaligusmengetatkan likuiditas.

Langkah serupa juga akan diambil Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) yang sudah meninggalkan rezim suku bunga negatif. Saat ini, di mana situasi di Eropa berubah dengan inflasi yang mencapai di atas 9%, ECB harus terus menaikkan suku bunga secara tegas karenamakin tingginyarisiko inflasiyang menyentuhdouble digitdan harus diturunkan ke “level ideal”2%dalam jangka menengah. Sejauh iniECB telah menaikkan suku bunga utamanya sebesar 125 basis poin menjadi 0,75%yang merupakanlaju kenaikan suku bunga tercepat dalam sejarahnya.

Di Asia, kondisinya relatif sama dengan di Eropa, di mana perlambatan ekonomi sebagai dampak perang di Ukraina semakin nyata. Hanya saja, perkembangan inflasi di Asia relatif lebih terkendali meskipun ada sudah terlihat sinyal kenaikan karena lonjakan harga sektor pangan dan energi.

China bisa mewakili perekonomian Asia. Perekonomian negara dengan populasi terbesar di dunia ini pada 2022 diproyeksikantumbuh 3,7%.Produk Domestik Bruto (PDB) China tetap berada di zona positif meskipun prospeknyatelah melemah dengan adanya lonjakankasus positif Covid-19selama Juli dan Agustus yang mengurangitingkatkonsumsi dan penurunanbisnisproperti.

Sementara,TurkidanBrasildiperkirakan mengalami pelemahan pertumbuhan yangdalamselama paruh kedua tahun ini.Namun, prospek ekonomi Indiadankebanyakan negara berkembangAsia lainnyaseperti Korea Selatan, Vietnam, Filipina, Thailand dan Malaysia,relatif prospektif lantaran dukungan pasar domestiknya.Pun demikian dengan Indonesia, yang secara rerata mampu tumbuh berkisar 5% di 2022 dan 2023 nanti.

Mengingat kontribusi Eropa, AS dan China yang dominan terhadap perekonomian global, maka melemahnya perekonomian ketiganya akan menekan prospek perekonomian global tahun ini dan tahun depan. Lagi-lagi memburuknyaoutlookperekonomian global di 2023 karena dampak eskalatif perang di Ukraina yang merusak masih berlanjut.

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional(IMF)Kristalina Georgieva belum lama ini mengatakan bahwa IMF sekali lagi menurunkan proyeksinya untuk pertumbuhan ekonomi global pada 2023. Menurutnya,invasi Rusia ke UkrainasejakFebruarilalutelah secaraluas dandramatis mengubah pandangan IMF tentang ekonomi.Disebutkkan bahwa risiko resesi meningkatdi manalingkungan ekonomi saat ini sebagai "periode kerapuhan bersejarah."

IMF menurunkan proyeksi pertumbuhanekonomiglobalnya, yangsudahdilakukan sebanyaktiga kalisejak April lalu, menjadi3,2% untuk 2022 dan 2,9% untuk 2023.Proyeksi IMF yang suram datang ketika bank sentral di seluruh dunia menaikkan suku bungaacuandengan harapan dapat menjinakkan kenaikan inflasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dilema Bank Indonesia:...
Dilema Bank Indonesia: Menjaga Rupiah demi Menjaga Masa Depan Ekonomi
Mitigasi Krisis
Mitigasi Krisis
Pesta Elite, Resesi...
Pesta Elite, Resesi Sulit
Seskab Teddy Ungkap...
Seskab Teddy Ungkap Fenomena Inflasi Pengamat: Ada Pengamat Beras, tapi Background-nya Bukan di Situ
Inflasi Kota Semarang...
Inflasi Kota Semarang Maret 2026 Terkendali di Tengah Tekanan Idul Fitri
Eskalasi Subsidi dan...
Eskalasi Subsidi dan Inflasi
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Inflasi Mei 2026 Naik...
Inflasi Mei 2026 Naik 0,28 Persen, Cabai Merah Jadi Pemicu Utama
Rekomendasi
Pesawat Nirawak Ukraina...
Pesawat Nirawak Ukraina Serang Crimea, 4 Orang Tewas, 10 Luka
Usai Tinggalkan NCT,...
Usai Tinggalkan NCT, Mark Resmi Dirikan Perusahaan Kreatif Upper Room
Bukan Hantu, Monster...
Bukan Hantu, 'Monster Pabrik Rambut' Sajikan Horor dari Dunia Kerja yang Melelahkan
Berita Terkini
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan 112 DIM RUU Polri ke Komisi III DPR
Dharma Pongrekun Minta...
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
Selain Penjara 4,5 Tahun,...
Selain Penjara 4,5 Tahun, Eks Wamenaker Noel Diminta Bayar Uang Pengganti Rp3,4 Miliar
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Divonis 4,5 Tahun Penjara...
Divonis 4,5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Ganti Pengganti Rp3,4 Miliar, Noel: Saya Menerima Hukuman Itu
GREAT Institute Dorong...
GREAT Institute Dorong Program MBG Tetap Berjalan dan Semakin Berkualitas
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved