CPOPC Kampanyekan Peran Petani Perempuan dalam Pembangunan Berkelanjutan
Jum'at, 14 Oktober 2022 - 16:36 WIB
loading...
A
A
A
"Masing-masing narasumber tampil dalam video berdurasi sekitar 2 hingga 5 menit. Ke-12 video yang telah selesai produksinya dan diunduh di saluran YouTube CPOPC," kata Rizal.
Masing-masing perwakilan petani perempuan mengisahkan bagaimana komoditas pertanian seperti kelapa sawit menjadi jalan bagi mereka dalam berkontribusi melalui penguatan kapasitas, pemberdayaan di tingkat keluarga dan komunitas, bahkan mendapatkan hak milik atas lahan perkebunan.
Selain konten video, produk lainnya dari gerakan digital ini adalah infografis yang memuat data-data penting terkait petani perempuan dan industri kelapa sawit di masing-masing negara anggota dan pengamat CPOPC. "Sebagai contoh di Indonesia, jumlah petani perempuan diestimasi 50% dari 2,6 juta petani kelapa sawit saat ini," katanya.
Di Malaysia, tepatnya di Sarawak, ada aturan hukum yang khusus mengatur kepemilikan atas tanah adat dari kelompok pemukim asli (indigenous people) atau Native Customary Right (NCR). Peraturan ini menempatkan secara setara laki-laki dan perempuan untuk kepemilikan tanah.
Selanjutnya di Kolombia, sekitar 6.000 produsen kelapa sawit terlibat di sektor ini dengan 80% di antara masuk kategori dikelola oleh petani. Di Ghana, perempuan banyak terlibat di pengelolaan hasil kelapa sawit, di mana 60% dihasilkan dari perkebunan petani dan 76% kebutuhan CPO dalam negeri dipasok oleh mereka.
Masing-masing perwakilan petani perempuan mengisahkan bagaimana komoditas pertanian seperti kelapa sawit menjadi jalan bagi mereka dalam berkontribusi melalui penguatan kapasitas, pemberdayaan di tingkat keluarga dan komunitas, bahkan mendapatkan hak milik atas lahan perkebunan.
Selain konten video, produk lainnya dari gerakan digital ini adalah infografis yang memuat data-data penting terkait petani perempuan dan industri kelapa sawit di masing-masing negara anggota dan pengamat CPOPC. "Sebagai contoh di Indonesia, jumlah petani perempuan diestimasi 50% dari 2,6 juta petani kelapa sawit saat ini," katanya.
Di Malaysia, tepatnya di Sarawak, ada aturan hukum yang khusus mengatur kepemilikan atas tanah adat dari kelompok pemukim asli (indigenous people) atau Native Customary Right (NCR). Peraturan ini menempatkan secara setara laki-laki dan perempuan untuk kepemilikan tanah.
Selanjutnya di Kolombia, sekitar 6.000 produsen kelapa sawit terlibat di sektor ini dengan 80% di antara masuk kategori dikelola oleh petani. Di Ghana, perempuan banyak terlibat di pengelolaan hasil kelapa sawit, di mana 60% dihasilkan dari perkebunan petani dan 76% kebutuhan CPO dalam negeri dipasok oleh mereka.
Lihat Juga :