R20 dan Ujian Prasangka Baik Moderatisme

Jum'at, 14 Oktober 2022 - 12:26 WIB
loading...
A A A
"Mengalami perbedaan", dalam pandangan Karam, saat ini harus berdampingan dengan dan menjadi "sinonim" di antara sikap ultra-nasionalis, fanatisme agama, dan kepentingan politik yang sengaja memelihara perpecahan untuk mengamankan legitimasi. Atas kondisi demikian, Azzam Karam menyebutnya sebagai ancaman yang tidak kalah menyeramkan dengan perubahan iklim dan kondisi pandemik.

Di lapangan, Ram Madav dari India dan Viktor Orban dari Hungaria, misalnya, di antaranya dikenal sebagai figur yang keras bersuara mengumandangkan sikap anti-Islam secara verbal dan tanpa tedeng aling-aling. Pada gelaran R20 pada November nanti, keduanya bisa jadi hadir dan akan diberikan panggung oleh wadah R20.

Ram Madav dengan milisi Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS)nya berada di garis terdepan di India dalam menyuarakan pembumihangusan dan pembunuhan terhadap muslim India secara masif dan berulang. Sementara itu, Viktor Okban adalah Perdana Menteri Hungaria yang terang-terangan menolak keberadaan pengungsi konflik Bosnia–Serbia dan pengungsi Timur Tengah masuk ke negaranya seraya mengatakan mereka sebagai sampah peradaban.

Ram dengan tegas menyatakan dukungannya terhadap upaya mengeliminasi sikap radikalitistik dan menolak tindakan terororisme; apakah dengan demikian muslim India yang bertahan terhadap upaya genosida RSS adalah tindakan radikalisme dan terorisme? Ram dan Okbin mewakili banyak kondisi serupa oleh pihak dan penganut agama lain dalam interaksi dengan agama lainnya.

Inilah di antara pertanyaan dan realitas yang mampu menjadi gugatan terhadap semangat mulia dan ikhtiar besar NU dalam menggaungkan moderasi dan sikap merangkul semua yang bermasalah dengan nalar toleran.

Bergerak dan Bekerja Bersama
Damai, harmoni, dan toleransi pada dasarnya mengandaikan sebuah kerja bersama. Pada titik ini, Nahdlatul Ulama perlu lebih mengintensifkan upaya konkret dan aplikatif. Dalam relasi ini terdapat dua target utama, yakni jangka panjang dan pendek. Untuk jangka pendek, pendekatan untuk membentuk komunikasi dan komunalitas dialog antariman perlu menajamkan agenda agar lebih memiliki daya tekan atas tindakan yang dinilai bersama sebagai tindakan intoleran, bahkan jika hal tersebut dialukan oleh anggota komunalitas dan dialog tersebut.

Dalam semangat ini, jauh hari sebelumnya, dalam Open Society and Its Enemies (1945) dan pandangannya tentang paradoks intoleransi, Karl L. Popper menyatakan bahwa batas toleransi adalah intoleran itu sendiri, sebuah penegasan agar jangan memberikan toleransi pada tindakan intoleran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Stafsus Menag: Kunjungan...
Stafsus Menag: Kunjungan Presiden Jerman ke Istiqlal Perkuat Diplomasi Agama RI-Jerman
Nasaruddin Umar: Spirit...
Nasaruddin Umar: Spirit Kiai Wahab Hasbullah Relevan untuk Perkuat Pesantren dan NKRI
Stafsus Menag Dialog...
Stafsus Menag Dialog dengan Paroki Santo Fransiskus Asisi Aek Nabara, Jamin Hak Beribadah
Gibran Sebut 2026 Jadi...
Gibran Sebut 2026 Jadi Tahun Spesial Bagi Harmoni Indonesia: Keberagaman Jadi Kekuatan
Polisi Diminta Netral...
Polisi Diminta Netral Tangani Kasus Dugaan Penistaan Agama di Aceh
Kementerian, TNI, dan...
Kementerian, TNI, dan Polri Kolaborasi Perkuat Moderasi Beragama
Rawat Toleransi, Rampeani...
Rawat Toleransi, Rampeani Rachman Perindo Realisasikan Aspirasi Jemaat Gereja di Mimika
Kunjungan PM India ke...
Kunjungan PM India ke Indonesia Jadi Momentum Perkuat Dialog Perlindungan Minoritas
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Rekomendasi
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
Trump: Pasukan AS Segera...
Trump: Pasukan AS Segera Serang Lokasi Gunung Pickaxe Iran dengan Sangat Hebat
Berita Terkini
Refly Harun Soroti Putusan...
Refly Harun Soroti Putusan Hakim Praperadilan Roy Suryo: Hak Menggugat Tak Bisa Dibatasi
Presiden Prabowo Pimpin...
Presiden Prabowo Pimpin Upacara Pelantikan Perwira TNI-Polri di Istana Pagi Ini
Panglima TNI Instruksikan...
Panglima TNI Instruksikan Seluruh Prajurit Bantu Penanganan Sampah Nasional
3 Brigjen Pol Dapat...
3 Brigjen Pol Dapat Penugasan Baru ke Itwasum Polri pada Mutasi Juni 2026, Ini Daftar Namanya
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama...
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama Baru, Ada Mantan Kapuspenkum Kejagung
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved