Kalung Eucalyptus Disebut Antivirus Covid-19, Ini Tanggapan Pakar Kesehatan
Minggu, 05 Juli 2020 - 12:35 WIB
loading...
A
A
A
"Saat ini, harapan masyarakat, media, dan pemerintah begitu besar terhadap penanganan virus Covid-19 sehingga penelitian baru di tingkat sel saja langsung diklaim sebagai antivirus," ucap Ari.
Dokter spesialis penyakit dalam itu menerangkan, produk-produk lain yang berbahan kayu putih dalam bentuk inhaler dan roll on bukanlah antivirus Sars Cov-II, meskipun produk-produk itu sudah disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
"Jadi saya tidak setuju jika kalung eucalyptus disebut sebagai antivirus. Cukuplah disebut kalung kayu putih. Saya berharap riset eucalyptus ini berlanjut karena minyak kayu putih memang sudah kita gunakan sejak dahulu kala. Juga sampai hari ini untuk berbagai masalah kesehatan," tuturnya.
Ari berharap, penelitian lebih lanjut dan uji klinik bisa membuktikan eucalyptus bermanfaat untuk terapi Covid-19. Apabila itu terjadi, bisa menjadi kontribusi Indonesia untuk dunia.
"FKUI dengan IMERI (Indonesia Medical Education Research Institute) yang sedang giat-giatnya melakukan riset kedokteran untuk Covid-19 ini siap bekerja sama dengan Balai Besar Penelitian Veteriner. Hal itu untuk melakukan uji animal dan uji klinis dengan produk eucalyptus ini," pungkasnya.
Dokter spesialis penyakit dalam itu menerangkan, produk-produk lain yang berbahan kayu putih dalam bentuk inhaler dan roll on bukanlah antivirus Sars Cov-II, meskipun produk-produk itu sudah disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
"Jadi saya tidak setuju jika kalung eucalyptus disebut sebagai antivirus. Cukuplah disebut kalung kayu putih. Saya berharap riset eucalyptus ini berlanjut karena minyak kayu putih memang sudah kita gunakan sejak dahulu kala. Juga sampai hari ini untuk berbagai masalah kesehatan," tuturnya.
Ari berharap, penelitian lebih lanjut dan uji klinik bisa membuktikan eucalyptus bermanfaat untuk terapi Covid-19. Apabila itu terjadi, bisa menjadi kontribusi Indonesia untuk dunia.
"FKUI dengan IMERI (Indonesia Medical Education Research Institute) yang sedang giat-giatnya melakukan riset kedokteran untuk Covid-19 ini siap bekerja sama dengan Balai Besar Penelitian Veteriner. Hal itu untuk melakukan uji animal dan uji klinis dengan produk eucalyptus ini," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :