Pengamat Ungkap Dua Tipe Kepemimpinan yang Pas untuk Indonesia
Minggu, 09 Oktober 2022 - 05:10 WIB
loading...
A
A
A
"Moeldoko yang selama ini dikenal sebagai tameng dan bumper Presiden Jokowi, ternyata juga sangat peduli terhadap bawahan, membelanya dengan penuh keyakinan," kata Varhan.
Selain Ali Mochtar Ngabalin, Tenaga Ahli Utama KSP Edy Priyono, serta Tenaga Ahli Utama KSP Wandy Tuturoong, merupakan anak buah Moeldoko yang pernah dibelanya.
Tidak cukup hanya itu, menurut Varhan, Moeldoko juga figur bersih, anti-korupsi yang tak pernah terdengar terlibat kasus rasuah apa pun, serta punya visi yang jelas tentang tujuan -tujuan, terutama tujuan kesejahteraan dan kemajuan bangsa ke depan.
"Misalnya, KSP menegaskan, agar pelayanan birokrasi semakin baik, beliau menargetkan terbentuknya Mal Pelayanan Publik di 514 kabupaten dan kota seluruh Indonesia pada tahun 2024," tuturnya.
"Itu artinya secara visi, beliau hebat. Hanya orang besar yang punya visi besar," tegasnya.
Berkaitan dengan nama Moeldoko yang senantiasa muncul di berbagai survei, Varhan menilai, elektabilitas Moeldoko itu murni hasil dari kemampuan, prestasi, dan pengalaman dalam mengelola pemerintahan, tanpa pengaruh atau naungan karena sosoknya berada di partai politik.
"Fenomena terus masuknya nama Moeldoko itu menjadi gambaran elektabilitasnya yang konsisten," tutup Varhan.
Selain Ali Mochtar Ngabalin, Tenaga Ahli Utama KSP Edy Priyono, serta Tenaga Ahli Utama KSP Wandy Tuturoong, merupakan anak buah Moeldoko yang pernah dibelanya.
Tidak cukup hanya itu, menurut Varhan, Moeldoko juga figur bersih, anti-korupsi yang tak pernah terdengar terlibat kasus rasuah apa pun, serta punya visi yang jelas tentang tujuan -tujuan, terutama tujuan kesejahteraan dan kemajuan bangsa ke depan.
"Misalnya, KSP menegaskan, agar pelayanan birokrasi semakin baik, beliau menargetkan terbentuknya Mal Pelayanan Publik di 514 kabupaten dan kota seluruh Indonesia pada tahun 2024," tuturnya.
"Itu artinya secara visi, beliau hebat. Hanya orang besar yang punya visi besar," tegasnya.
Berkaitan dengan nama Moeldoko yang senantiasa muncul di berbagai survei, Varhan menilai, elektabilitas Moeldoko itu murni hasil dari kemampuan, prestasi, dan pengalaman dalam mengelola pemerintahan, tanpa pengaruh atau naungan karena sosoknya berada di partai politik.
"Fenomena terus masuknya nama Moeldoko itu menjadi gambaran elektabilitasnya yang konsisten," tutup Varhan.
(maf)
Lihat Juga :