Dampingi Anak TKI ke Kemlu, Tama S Langkun Jamin Beri Pendampingan hingga Pemenuhan Hak

Rabu, 05 Oktober 2022 - 21:53 WIB
loading...
Dampingi Anak TKI ke...
Ketua Bidang Hukum dan HAM DPP Partai Perindo, Tama S Langkun, turut mendampingi Mahendra Rastrawardana yang ibunya menjadi TKI di Malaysia ke Kemlu. Foto/MPI
A A A
JAKARTA - Ketua Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Tama S Langkun turut mendampingi Mahendra Rastrawardana yang ibunya menjadi TKI di Malaysia ke Kementerian Luar Negeri (Kemlu).

Kedatangan mereka ke Kemlu RI, lantaran ibunda dari Mahendra, Suci Anjarwati, tidak kunjung pulang ke Tanah Air padahal kontrak kerjanya sudah selesai.

Tama menjelaskan, kronologi bermula sekitar Oktober 2019 ketika Suci mendapatkan tawaran dari seseorang yang mengaku dari agensi resmi penyalur TKI. Karena tertarik dengan tawaran tersebut, Suci pun menyetujui ajakan untuk bekerja di Malaysia.

"Keluarga sendiri itu tahunya dia (agen) resmi, tapi ternyata begitu sampai di sana ada banyak hal-hal yang kemudian kami anggap janggal," kata Tama kepada MNC Portal Indonesia di Kantor DPP Partai Perindo, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (5/10/2022).

"Soal yang seharusnya (agensi) resmi ternyata sampai di sana tidak ada dokumen satu pun yang bisa ditunjukkan oleh agen dan yang pada akhirnya ibu Suci di sana harus mengalami proses hukum karena dianggap TKI yang tidak berdokumen/non-prosedural, ini kemudian yang menjadi persoalan," tambahnya.

Baca juga: TKI Asal Tulungagung Tak Kunjung Pulang, Anak Minta Pendampingan RPA Perindo

Tama menyebutkan, kejanggalan sudah bermula pada saat perjalanan Suci ke Malaysia. Pada awal perjanjian, Suci berangkat ke Malaysia menggunakan transportasi udara, namun pada kenyataannya Suci pergi ke Negeri Jiran dengan menggunakan jalur laut.

"Informasi ini kita tahu setelah Ibu Suci bekerja di Malaysia," ujarnya.

Tak berhenti di situ, Suci yang sudah tiga tahun bekerja di Malaysia sudah tiga kali berpindah-pindah majikan. Selama itu pula Suci tidak menerima upahnya.

"Sampai saat ini yang seharusnya kontraknya habis di bulan Juli dia pulang ke Indonesia dan kemudian dia tidak bisa pulang ke Indonesia," ungkapnya.

Oleh karena itu, Tama dan RPA Perindo mendampingi Mahendra mendatangi Kemlu RI. "Kita berharap kepada Kemlu untuk membantu sebisa mungkin menggunakan jalur diplomasi sehingga bisa segera pulang ke Indonesia," ucapnya.

Selain berusaha untuk memulangkan sesegera mungkin Suci ke Indonesia, Tama menyebutkan LBH dan RPA Perindo juga akan membantu dalam hal menagih hak Suci selama tiga tahun bekerja Indonesia.

"Poin lainnya adalah, kita juga tentu ke depan akan meminta pertanggungjawaban kepada agen yang kemudian membawa Ibu Suci ke luar negeri yang klaim awalnya resmi yang pada faktanya dia tidak resmi," pungkasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Threshold DPRD Dinilai...
Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Dari Barak Militer ke...
Dari Barak Militer ke Panggung Politik, Perjalanan Ferry Irawan Panglima Baru Perindo Sultra
Siapkan 5.000 Anggota...
Siapkan 5.000 Anggota Baru, DPD Partai Perindo Madiun Optimistis Raih 5 Kursi DPRD
Rekomendasi
Messi Pecahkan Rekor...
Messi Pecahkan Rekor Gol Piala Dunia, Argentina Ungguli Austria di Babak Pertama
Prabowo Gandeng Imperial...
Prabowo Gandeng Imperial College London Bangun 10 Universitas Kedokteran di Indonesia
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Berita Terkini
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
KPK Perpanjang Penahanan...
KPK Perpanjang Penahanan Eks Wamen Imipas Silmy Karim Cs selama 40 Hari
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Pakar Optimistis Kepolisian Jadi Institusi yang Modern dan Presisi
6 Poin Pernyataan Roy...
6 Poin Pernyataan Roy Suryo dan Dokter Tifa setelah Penahanan Ditangguhkan
Tim Hukum Merah Putih:...
Tim Hukum Merah Putih: Tawaran RJ untuk Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukan Ajakan Jokowi
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Infografis
Profil Nanik S Deyang,...
Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN Pengganti Dadan Hindayana
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved