Deretan Tokoh Pejuang Diplomasi Indonesia yang Diakui Dunia
Rabu, 05 Oktober 2022 - 19:45 WIB
loading...
Deretan tokoh pejuang diplomasi Indonesia yang diakui dunia. Foto/SINDOnes
A
A
A
JAKARTA - Indonesia memiliki sejumlah tokoh pejuang diplomasi yang diakui dunia. Peran mereka tidak kalah penting dalam memperjuangkan kemerdekaan dan menjaga martabat bangsa Indonesia di kancah internasional.
Diplomasi sendiri didefinisikan sebagai konsepsi tentang komunikasi antarnegara dalam tataran politik global. Tujuan dari diplomasi secara garis besar adalah untuk mengamankan kepentingan nasional yang bersifat politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan.
Oleh karena itu, suatu negara harus mengembangkan hubungan baik dan kerja sama dengan negara-negara lain serta terlibat dalam organisasi-organisasi internasional.
Baca juga: Diplomasi Rokok Kretek Agus Salim Taklukkan Pangeran Philip
Indonesia memiliki banyak tokoh yang berperan dalam diplomasi sebagai taktik perjuangan. Berikut tokoh-tokoh yang memimpin perjuangan Indonesia, baik pada zaman dulu dan sekarang.
1. Agus Salim
Agus Salim adalah seorang diplomat ulung yang dimiliki Indonesia dan diakui dunia. Tokoh berjuluk The Grand Old Man ini berjasa dalam memperjuangankan kemerdekaan Indonesia, terutama dalam mendapatkan dukungan dan pengakuan kedaulatan dari negara-negara lain. Seusai kemerdekaan, tepatnya pada 1947, Agus Salim ditunjuk untuk memimpin delegasi Indonesia di forum PBB.
Sebelum itu, masih di tahun yang sama, Indonesia mengadakan misi diplomatik ke negara-negara Arab. Tim yang dipimpin oleh Agus Salim ini kemudian berhasil meraih pengakuan kedaulatan dari sejumlah negara Arab, antara lain dari Mesir, Suriah, Libanon, serta Arab Saudi dan Yaman. Keberhasilan ini tak lepas dari kepiawaian Agus Salim dalam berargumentasi, ditambah lagi dengan kemampuan bahasa Arab yang dikuasainya. Agus Salim yang saat itu menjabat Menteri Luar Negeri Indonesia diketahui menguasai 7 bahasa asing.
2. Soekarno
Soekarno dikenal sebagai seorang negosiator yang terampil, orator, dan penulis. Kepiawaian Sukarno yang didukung dengan kepribadiannya yang menarik membuat Soekarno bisa berteman dengan pemimpin-pemimpin negara lain, meskipun memiliki perbedaan ideologi, budaya, atau agama. Persahabatan ini tidak hanya bersifat pribadi, tetapi juga bermanfaat bagi Indonesia.
Salah satu diplomasi cerdas Soekarno selama ini adalah diplomasi kuliner saat Konferensi Asia Afrika (KAA). Selama konferensi, Sukarno menggunakan situasi tidak hanya untuk negosiasi, tetapi juga untuk mempromosikan budaya makanan negara.
Selain itu, Soekarno juga seorang polyglot yang menguasai beragam bahasa, mulai dari bahasa ibu, beberapa bahasa daerah di Indonesia, serta sejumlah bahasa asing. Hal ini memberi keuntungan bagi Soekarno dalam diplomasi dan pergaulan di ranah internasional.
Diplomasi sendiri didefinisikan sebagai konsepsi tentang komunikasi antarnegara dalam tataran politik global. Tujuan dari diplomasi secara garis besar adalah untuk mengamankan kepentingan nasional yang bersifat politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan.
Oleh karena itu, suatu negara harus mengembangkan hubungan baik dan kerja sama dengan negara-negara lain serta terlibat dalam organisasi-organisasi internasional.
Baca juga: Diplomasi Rokok Kretek Agus Salim Taklukkan Pangeran Philip
Indonesia memiliki banyak tokoh yang berperan dalam diplomasi sebagai taktik perjuangan. Berikut tokoh-tokoh yang memimpin perjuangan Indonesia, baik pada zaman dulu dan sekarang.
1. Agus Salim
Agus Salim adalah seorang diplomat ulung yang dimiliki Indonesia dan diakui dunia. Tokoh berjuluk The Grand Old Man ini berjasa dalam memperjuangankan kemerdekaan Indonesia, terutama dalam mendapatkan dukungan dan pengakuan kedaulatan dari negara-negara lain. Seusai kemerdekaan, tepatnya pada 1947, Agus Salim ditunjuk untuk memimpin delegasi Indonesia di forum PBB.
Sebelum itu, masih di tahun yang sama, Indonesia mengadakan misi diplomatik ke negara-negara Arab. Tim yang dipimpin oleh Agus Salim ini kemudian berhasil meraih pengakuan kedaulatan dari sejumlah negara Arab, antara lain dari Mesir, Suriah, Libanon, serta Arab Saudi dan Yaman. Keberhasilan ini tak lepas dari kepiawaian Agus Salim dalam berargumentasi, ditambah lagi dengan kemampuan bahasa Arab yang dikuasainya. Agus Salim yang saat itu menjabat Menteri Luar Negeri Indonesia diketahui menguasai 7 bahasa asing.
2. Soekarno
Soekarno dikenal sebagai seorang negosiator yang terampil, orator, dan penulis. Kepiawaian Sukarno yang didukung dengan kepribadiannya yang menarik membuat Soekarno bisa berteman dengan pemimpin-pemimpin negara lain, meskipun memiliki perbedaan ideologi, budaya, atau agama. Persahabatan ini tidak hanya bersifat pribadi, tetapi juga bermanfaat bagi Indonesia.
Salah satu diplomasi cerdas Soekarno selama ini adalah diplomasi kuliner saat Konferensi Asia Afrika (KAA). Selama konferensi, Sukarno menggunakan situasi tidak hanya untuk negosiasi, tetapi juga untuk mempromosikan budaya makanan negara.
Selain itu, Soekarno juga seorang polyglot yang menguasai beragam bahasa, mulai dari bahasa ibu, beberapa bahasa daerah di Indonesia, serta sejumlah bahasa asing. Hal ini memberi keuntungan bagi Soekarno dalam diplomasi dan pergaulan di ranah internasional.
Lihat Juga :