Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tertinggi Dibandingkan Negara G20
Rabu, 05 Oktober 2022 - 14:42 WIB
loading...
A
A
A
Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia disebabkan membaiknya mobilitas masyarakat dan tingginya harga komoditas. Hal itu menurut Piter tak lepas dari kinerja yang baik dari pemerintah dan lembaga otoritas lainnya yaitu Bank Indonesia dan OJK.
"Terlepas adanya good luck karena kenaikan harga komoditas, tetapi perekonomian indonesia yang bertahan ditengah pandemi sehingga mampu pulih cepat ketika pandemi mereda tidak bisa dipungkiri adalah disebabkan oleh tepatnya kebijakan yang diambil selama masa pandemi," ujar Piter.
Pakar Ekonomi dari IAIN Ambon M. Hanafi Holle mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami peningkatan dan tertinggi dari negara-negara anggota G20 karena adanya normalisasi aktivitas ekonomi Indonesia dari yang tadinya sempat anjlok akibat Covid-19.
“Normalisasi ekonomi itu kemudian dipicu oleh pengeluaran-pengeluaran konsumen atau rumah tangga dan kegiatan manufaktur di Indonesia terus tumbuh, karena naiknya pendapatan, pekerjaan, dan optimisme,” katanya.
Menurut Holle, faktor lain penunjang membaiknya ekonomi Indonesia adalah investasi terbantu oleh naiknya permintaan, perbaikan iklim investasi dan iklim berusaha, serta pemulihan kredit. “Faktor-faktor itulah yang membuat ekonomi Indonesia di kuartal II masih membaik, meski Pemerintah dihadapkan dengan ancaman krisis ekonomi global,” ujarnya.
Inflasi tahunan Indonesia kembali meningkat pada September lalu. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) inflasi mencapai 5,95%, tertinggi sejak Oktober 2015 yang saat itu tercatat 6,25% (yoy). Sedangkan, inflasi bulanan sebesar 1,17%.
“Memang umumnya inflasi meningkat ketika perekonomian sedang bergejolak. Selain itu, lonjakan permintaan barang dari masyarakat pun biasanya menimbulkan demand pull inflation. Namun pada inflasi kali ini, tidak hanya dari demand, tapi dari sisi cost juga. Ini yang bisa berbahaya,” papar Holle.
"Terlepas adanya good luck karena kenaikan harga komoditas, tetapi perekonomian indonesia yang bertahan ditengah pandemi sehingga mampu pulih cepat ketika pandemi mereda tidak bisa dipungkiri adalah disebabkan oleh tepatnya kebijakan yang diambil selama masa pandemi," ujar Piter.
Pakar Ekonomi dari IAIN Ambon M. Hanafi Holle mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami peningkatan dan tertinggi dari negara-negara anggota G20 karena adanya normalisasi aktivitas ekonomi Indonesia dari yang tadinya sempat anjlok akibat Covid-19.
“Normalisasi ekonomi itu kemudian dipicu oleh pengeluaran-pengeluaran konsumen atau rumah tangga dan kegiatan manufaktur di Indonesia terus tumbuh, karena naiknya pendapatan, pekerjaan, dan optimisme,” katanya.
Menurut Holle, faktor lain penunjang membaiknya ekonomi Indonesia adalah investasi terbantu oleh naiknya permintaan, perbaikan iklim investasi dan iklim berusaha, serta pemulihan kredit. “Faktor-faktor itulah yang membuat ekonomi Indonesia di kuartal II masih membaik, meski Pemerintah dihadapkan dengan ancaman krisis ekonomi global,” ujarnya.
Inflasi tahunan Indonesia kembali meningkat pada September lalu. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) inflasi mencapai 5,95%, tertinggi sejak Oktober 2015 yang saat itu tercatat 6,25% (yoy). Sedangkan, inflasi bulanan sebesar 1,17%.
“Memang umumnya inflasi meningkat ketika perekonomian sedang bergejolak. Selain itu, lonjakan permintaan barang dari masyarakat pun biasanya menimbulkan demand pull inflation. Namun pada inflasi kali ini, tidak hanya dari demand, tapi dari sisi cost juga. Ini yang bisa berbahaya,” papar Holle.