Petani adalah Pahlawan Pangan Nasional

Minggu, 25 September 2022 - 20:46 WIB
loading...
Petani adalah Pahlawan...
Ketua KPK Firli Bahuri. FOTO/Kontributor MPI
A A A
H Firli Bahuri
Ketua KPK

SABTU, 24 September 2022, segenap bangsa di Republik Indonesia, memperingati Hari Tani Nasional ke-62, sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petani, atas konsistensi dan dedikasi luar biasa dalam menjaga ketahanan serta memenuhi kebutuhan pangan seluruh rakyat Indonesia.

Di usia yang lebih dari setengah abad ini, kerja keras penuh peluh dan keringat para petani kita di seluruh penjuru Tanah Airlah, yang membantu upaya negara dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional. Bukan hanya itu, kontribusi nyata para petani seantero negeri ini, terbukti senantiasa menjadi garda terdepan dalam menopang dan menumbuhkan kembali perekonomian negara di masa-masa sulit, seperti saat pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia.

Saya pastikan hal itu nyata dan benar adanya. Saya melihat sendiri betapa luar biasanya kerja keras, pengorbanan serta keikhlasan luar biasa segenap putera-puteri terbaik bangsa ini yang berprofesi sebagai petani, dalam menjaga ketahanan sekaligus memenuhi kebutuhan pangan seluruh rakyat, serta menjadi salah satu pilar penopang kebangkitan dan pertumbuhan ekonomi negara.

Tidak berlebihan jika saya dan kita semua memandang para petani di Tanah Air sebagai Pahlawan Pangan Nasional, atas seluruh dedikasi luar biasa tanpa henti, terhadap bangsa dan negara ini.

Melihat andil, kontribusi, dan peran nyata para petani terhadap negara selama ini, saya memiliki pandangan, pahlawan pangan kita ini tidak boleh sedikit pun dikecewakan, dimain-mainkan apalagi dirampok hajat hidupnya. Saya ingatkan dan peringatkan kepada siapa pun, khususnya aparatur pemerintah, termasuk pejabat terkait yang mengurusi hajat hidup para petani, untuk tidak coba-coba apalagi berani main-main dengan hak para pahlawan pangan ini, yang diberikan negara melalui program-program kesejahteraan petani yang telah dicanangkan oleh pemerintah.

Saya pastikan akan kami kejar, tangkap, dan jerat siapa pun yang berani mengusik apalagi memakan anggaran negara dari program-program kesejahteraan petani, dengan pasal tindak pidana korupsi yang paling berat hukumannya.

Jika memiliki cukup alat bukti kuat, akan kami pilih opsi terberat bagi siapa pun tersangka korupsi program kesejahteraan petani, yakni hukuman penjara paling lama dengan pengembalian uang negara berikut denda, atau KPK miskinkan para koruptor melalui pasal TPPU.

Saya ingatkan kembali, jangan main-main dengan hajat hidup petani. Beberapa waktu lalu, dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan pupuk hayati untuk pengendalian organisme pengganggu tumbuhan pada Kementerian Pertanian tahun anggaran 2013 yang kami ungkap di tahun 2022 ini, saya perintahkan langsung Deputi Penindakan KPK untuk menahan paksa oknum penyelenggara negara yang menjadi pejabat terkait di tahun 2012 (eks Dirjen Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Hasanuddin Ibrahim), berikut pihak-pihak swasta yang terlibat hengki pengki mencuri hak petani. Ingat, jangan coba-coba!.

Dalam kesempatan ini, saya mengajak kita semua untuk menggali lebih dalam nilai-nilai dan tauladan yang dapat kita ambil dari kehidupan dan keseharian para petani Tanah Air.

Konsistensi untuk terus memacul, menanam, merawat lalu menunggu hasil pertanian dari sebidang tanah yang mereka garap, mengajarkan tauladan tentang kerasnya kehidupan yang membutuhkan tekad, pengorbanan serta kerelaan luar biasa dan sejatinya harus dijalani, khususnya dalam mencari rezeki.

Hitam legamnya kulit yang membungkus raga para petani kita, menunjukkan betapa teguhnya integritas petani untuk senantiasa istiqomah mencari rupiah demi rupiah sebagai penggarap ladang atau sawah, bukan dengan cara-cara salah agar dapat hidup wah, layaknya perilaku dan gaya hidup koruptor yang suka bermewah-mewah.

Apa yang dialami dan dirasakan petani, juga pernah saya alami dan rasakan dalam perjalanan hidup saya. Sesungguhnya, saya anak dari seorang petani. Almarhum ibu tercinta sebagai tulang punggung keluarga setelah ayah berpulang lebih dahulu menghadap ilahi, bekerja sangat keras sebagai petani untuk menghidupi kami anak-anaknya.

Masih teringat jelas, tangan renta beliau saat membabat rumput liar, melebur sebidang tanah dengan pacul dan peralatan pertanian seadanya, menanam, merawat lalu mengerjakan pekerjaan lainnya sambil menunggu masa panen.

Saya sendiri ikut bertani bersama ibu. Saat menunggu masa panen, saya gunakan bekerja sebagai penyadap karet yang hasilnya sebagian digunakan untuk membeli perlengkapan sekolah dan sebagian lagi saya berikan ke ibu.

Selain saat panen, ada momen-momen yang paling saya sukai di masa itu yakni ketika waktu makan tiba usai bergelut membantu ibu di ladang. Sepiring nasi panas dengan sambal terasi dan sepotong kecil ikan asin sepat, begitu nikmat saat disantap dalam kondisi lelah dan lapar. Hingga saat ini, nasi panas dengan sambal plus ikan asin tetap menjadi makanan favorit saya.

Ada momen haru penuh nilai-nilai pengorbanan yang baru saya sadari ketika beranjak dewasa, yaitu kerelaan luar biasa ibu yang seringkali memberikan sebagian nasi serta ikan asin miliknya ke saya, dengan alasan sudah kenyang. Pemberian itu pun habis dalam sekejap di mulut saya.

Inilah bentuk nyata kerelaan ibu saya, seorang petani bagi anak-anaknya. Saya yakin, hal ini juga dilakukan oleh seluruh petani bagi anak-anaknya.

InsyaAllah, kami di KPK akan mengawal seluruh anggaran peningkatan kesejahteraan bagi para petani di seluruh Indonesia, agar kemakmuran bagi Pahlawan Pangan Nasional ini benar-benar terwujud dan dirasakan oleh seluru petani dari Sabang sampai Merauke, mulai Miangas hingga Pulau Rote.

Maju Terus Petani Indonesia, Pahlawan Pangan Nasional.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran:...
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran: Program Perhutanan Sosial Jangkau 2 Juta Keluarga Petani
Sambut DSI Prabowo,...
Sambut DSI Prabowo, PKB Ingatkan Transparansi dan Keberpihakan ke Petani
Penindakan Korupsi Lebih...
Penindakan Korupsi Lebih Mahal dari Pencegahan, Ketua KPK: Negara Tanggung Biaya Narapidana
Ketua KPK Belum Terima...
Ketua KPK Belum Terima Panggilan dari Dewas terkait Tahanan Rumah Gus Yaqut
Aspal Karet: Solusi...
Aspal Karet: Solusi Senyap di Tengah Gejolak Energi Global
Mudik, Ban, dan Nasib...
Mudik, Ban, dan Nasib Petani Karet Indonesia
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
BRI Salurkan KUR Rp65,95...
BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun, Jangkau 558.000 Petani dan 23.000 Nelayan
Polinema Bantu Petani-UMKM...
Polinema Bantu Petani-UMKM Melon Blitar Go Digital dan Hemat Energi
Rekomendasi
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
Ditpolairud Polda Metro...
Ditpolairud Polda Metro Jaya Salurkan Kursi Roda bagi Warga Pesisir Cilincing
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
Berita Terkini
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Dukung Penangkapan Roy...
Dukung Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Peradi Bersatu Minta Polisi Tak Tunduk Tekanan Opini Publik
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved