KPK OTT di Mahkamah Agung, Menko Polhukam: Di Sana Ramai Masalah Mafia Hukum
Jum'at, 23 September 2022 - 00:34 WIB
loading...
Menko Polhukam Mahfud MD seusai pertemuan dengan rektor di sebuah hotel di Kota Malang, Kamis 22 September 2022 malam. Foto: MPI/Avirista Midaada
A
A
A
KOTA MALANG - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan ( Menko Polhukam ) Mahfud MD angkat bicara soal adanya pejabat Mahkamah Agung (MA) yang terkena operasi tangkap tangan ( OTT ) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Hal demikian disampaikan Mahfud seusai pertemuan dengan rektor di sebuah hotel di Kota Malang, Kamis 22 September 2022 malam.
"Belum tahu saya, apa hakim agung atau pegawai MA masih belum jelas, saya ngecek belum ada nama. Mungkin bukan hakim agung, tapi tidak tahu juga," kata Mahfud. Baca juga: Hakim Agung Kena OTT KPK, MA: Kami Belum Tahu Itu
Menurut Mahfud, tindakan OTT oleh KPK ini sudah biasa dilakukan dan tentu sudah memiliki cukup bukti. Bahkan, Mahfud tak mempermasalahkan jika KPK juga melakukan OTT ke aparat penegak hukum (APH) lainnya selama ada bukti dan tidak mencari-cari kasus.
"Biar saja memang itu kerjaannya KPK, menurut saya KPK harus masuk ke APH, ke aparat penegak hukum juga. Karena di sana ramai masalah mafia hukum dan sebagainya. Tetapi tetap harus profesional tidak boleh mencari-cari," tandasnya.
"Belum tahu saya, apa hakim agung atau pegawai MA masih belum jelas, saya ngecek belum ada nama. Mungkin bukan hakim agung, tapi tidak tahu juga," kata Mahfud. Baca juga: Hakim Agung Kena OTT KPK, MA: Kami Belum Tahu Itu
Menurut Mahfud, tindakan OTT oleh KPK ini sudah biasa dilakukan dan tentu sudah memiliki cukup bukti. Bahkan, Mahfud tak mempermasalahkan jika KPK juga melakukan OTT ke aparat penegak hukum (APH) lainnya selama ada bukti dan tidak mencari-cari kasus.
"Biar saja memang itu kerjaannya KPK, menurut saya KPK harus masuk ke APH, ke aparat penegak hukum juga. Karena di sana ramai masalah mafia hukum dan sebagainya. Tetapi tetap harus profesional tidak boleh mencari-cari," tandasnya.
Lihat Juga :