Mayoritas Masyarakat Tak Puas dengan Kinerja Pemerintah Tangani Covid-19

Jum'at, 03 Juli 2020 - 08:55 WIB
loading...
Mayoritas Masyarakat...
Mayoritas masyarakat tidak puas dengan kinerja pemerintah pusat menangani Covid-19. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Mayoritas masyarakat tidak puas dengan kinerja pemerintah pusat menangani virus Corona (Covid-19). Hal tersebut merupakan salah satu hasil survei Lembaga Kajian Strategis dan Pembangunan (LKSP) pada 20-27 Mei 2020. Dalam survei itu, sebanyak 74,65% responden menyatakan tidak puas. Sedangkan yang puas hanya 25,35%.

"Ketidakpuasan publik terhadap kinerja pemerintah level pusat, provinsi dan kota/kabupaten di atas 50%. Mayoritas alasan publik menyatakan tidak puas karena ketidaktegasan aturan, kurang koordinasi antarinstansi dan kurang terbuka dari sisi informasi," ujar Juru Bicara LKSP, Hafidz Muftisany dalam paparan Rilis Survei Nasional LKSP secara daring, Kamis (2/7/2020) malam.

Dia mengatakan, fakta angka Covid-19 yang terus naik dan belum mencapai puncak kemudian dikonfirmasi oleh pernyataan terakhir Presiden Jokowi yang kecewa penanganan Covid-19 oleh kabinet memvalidasi ada permasalahan dalam pengelolaan bencana nasional ini. "Pemerintah punya instrumen yang besar seperti status bencana nasional dan Perppu No 1 Tahun 2020 yang menjadi UU Nomor 2 Tahun 2020 seharusnya memberikan keleluasaan pemerintah untuk bergerak melakukan banyak hal. Namun, publik menangkap ada catatan dalam pengelolaan krisis ini oleh pemerintah," kata Hafidz. (Baca juga: Dokter Reisa Beberkan 12 Protokol Kesehatan Aman COVID-19 di Tempat Kerja)

Survei itu juga memotret persentase kepuasan responden dengan kinerja pemerintah provinsi menangani Covid-19. Sebanyak 58,33 % responden menyatakan tidak puas dengan kinerja pemerintah provinsi, sedangkan yang puas hanya 41,67 %. "Kepuasan didominasi mempertimbangkan semua dampak kebijakan (42,65%), melindungi semua kelompok (22,12%), menata informasi agar tidak panik (17,22%), menampung/ tindak-lanjut keluhan warga (16,08%) dan bertindak lebih cepat (1,37%)," kata Hafidz.

Sementara itu, Direktur Eksekutif InMind Institute Yon Mahmudi menuturkan, secara umum tidak ada negara yang siap menghadapi Pandemi Covid-19. "Sehingga wajar ada tren penurunan kepuasan publik terhadap penanganan Covid-19," kata Yon dalam kesempatan sama. (Baca juga: Penambahan Kasus COVID-19 Masih Tinggi, Yuri Minta Protokol Kesehatan Diperketat)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Gaet Pembeli Muda, Fiat...
Gaet Pembeli Muda, Fiat Siap Hidupkan Lagi Abarth Topolino
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
Berita Terkini
Febrie Adriansyah Dicegah...
Febrie Adriansyah Dicegah ke Luar Negeri
Baleg DPR Sangkal Kabar...
Baleg DPR Sangkal Kabar RUU Perampasan Aset Dicoret dari Prolegnas Prioritas 2026
Saatnya Koperasi Naik...
Saatnya Koperasi Naik Kelas
Momen Kapolri dan Jaksa...
Momen Kapolri dan Jaksa Agung Foto Bareng Menko Polkam, Panglima TNI, serta Kepala BIN
Prabowo: Yang Merasa...
Prabowo: Yang Merasa Indonesia Suram, Silakan kalau Mau Cari Negara Lain
BEM PTNU: Komitmen Prabowo...
BEM PTNU: Komitmen Prabowo dalam Kasus Jampidsus Cerminkan Semangat Asta Cita
Infografis
Waspada, Kasus COVID-19...
Waspada, Kasus COVID-19 Meningkat 2 Kali Lipat di Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved