Belajar dari Pertahanan dan Keamanan Digital di Tengah Perang Rusia-Ukraina
Senin, 19 September 2022 - 19:21 WIB
loading...
A
A
A
Sebagian ahli hubungan internasional, terutama ahli pertahanan keamanan menggambarkan situasi terakhir di Ukraina seperti “internet adalah medan perang antar dua negara,” Twitter berperan sebagai rudal, hacker adalah tentara-tentara mereka, cryptocurrency dan Non-Fungible Token (NF mengupayakan dana yang besar sebagai satu-satunya cara untuk memblokir internet, ekonomi, dan rantai modal Rusia.
Dalam pertempuran antara Rusia dan Ukraina, Ukraina telah berhasil menjaring lebih dari 50.000 pasukan multinasional yang siap berperang meretas setiap website maupun informasi penting dari Rusia. Para pasukan internet multinasional ini juga telah membuat serangan terhadap layanan internet Rusia. Mereka menggunakan satelit orbit rendah seperti Starlink untuk membangun infrastruktur komunikasi jaringan darurat di masa perang, dan para pasukan ini bahkan membujuk Google Maps untuk berhenti menampilkan informasi jalan penting dan menambahkan peringatan SOS ke layanan pencarian di mesin Google.
Selain itu, Ukraina juga menggunakan cryptocurrency sebagai "modal darurat untuk pengungsi,” Ukraina mengumpulkan 100 juta dolar AS dalam sumbangan mata uang virtual, dan bahkan mengeluarkan NFT bertema "Museum of War". Dengan teknologi dari NFT juga Ukraina menyebut mereka telah merekam dan mencatat kebenaran tentang perang dengan Rusia, supaya generasi berikutnya mengerti kenapa Ukraina harus bertempur dengan Rusia.
Ukraina ingin rakyatnya, generasi mudanya bahkan seluruh dunia tahu bahwa dari awal Ukraina selalu menjaga harkat dan martabat bangsa dan siap menghadapi ancaman dari luar sesuai dengan perkembangan zaman, yaitu memperkuat infrastruktur digital dalam negeri.
Ukraina dari awal telah melakukan reformasi atau memanfaatkan waktu terbaiknya seperti kata dr. Sun Yat Sen untuk mempersiapkan segala sesuatu dalam menghadapi situasi terburuk. Ukraina telah melakukan digital pemerintahan dan pelayanan dalam segala bidang jauh sebelum terjadinya ketegangan dengan Rusia.
Oleh karena itu, semua aplikasi milik pemerintah Ukraina, seperti aplikasi paspor, aplikasi layanan kependudukan sampai dengan aplikasi bank telah berubah menjadi aplikasi yang berfungsi darurat, seperti mengajukan dana darurat dengan pemerintah maupun pemerintah Ukraina dengan negara asing yang mendukung Ukraina. Selain itu, aplikasi umum pemerintah bisa berahli fungsi untuk melayani kebutuhan rakyat selama peperangan terjadi.
Bagaimana dengan Indonesia
Dalam pertempuran antara Rusia dan Ukraina, Ukraina telah berhasil menjaring lebih dari 50.000 pasukan multinasional yang siap berperang meretas setiap website maupun informasi penting dari Rusia. Para pasukan internet multinasional ini juga telah membuat serangan terhadap layanan internet Rusia. Mereka menggunakan satelit orbit rendah seperti Starlink untuk membangun infrastruktur komunikasi jaringan darurat di masa perang, dan para pasukan ini bahkan membujuk Google Maps untuk berhenti menampilkan informasi jalan penting dan menambahkan peringatan SOS ke layanan pencarian di mesin Google.
Selain itu, Ukraina juga menggunakan cryptocurrency sebagai "modal darurat untuk pengungsi,” Ukraina mengumpulkan 100 juta dolar AS dalam sumbangan mata uang virtual, dan bahkan mengeluarkan NFT bertema "Museum of War". Dengan teknologi dari NFT juga Ukraina menyebut mereka telah merekam dan mencatat kebenaran tentang perang dengan Rusia, supaya generasi berikutnya mengerti kenapa Ukraina harus bertempur dengan Rusia.
Ukraina ingin rakyatnya, generasi mudanya bahkan seluruh dunia tahu bahwa dari awal Ukraina selalu menjaga harkat dan martabat bangsa dan siap menghadapi ancaman dari luar sesuai dengan perkembangan zaman, yaitu memperkuat infrastruktur digital dalam negeri.
Ukraina dari awal telah melakukan reformasi atau memanfaatkan waktu terbaiknya seperti kata dr. Sun Yat Sen untuk mempersiapkan segala sesuatu dalam menghadapi situasi terburuk. Ukraina telah melakukan digital pemerintahan dan pelayanan dalam segala bidang jauh sebelum terjadinya ketegangan dengan Rusia.
Oleh karena itu, semua aplikasi milik pemerintah Ukraina, seperti aplikasi paspor, aplikasi layanan kependudukan sampai dengan aplikasi bank telah berubah menjadi aplikasi yang berfungsi darurat, seperti mengajukan dana darurat dengan pemerintah maupun pemerintah Ukraina dengan negara asing yang mendukung Ukraina. Selain itu, aplikasi umum pemerintah bisa berahli fungsi untuk melayani kebutuhan rakyat selama peperangan terjadi.
Bagaimana dengan Indonesia
Lihat Juga :