Belajar dari Pertahanan dan Keamanan Digital di Tengah Perang Rusia-Ukraina

Senin, 19 September 2022 - 19:21 WIB
loading...
A A A
Belajar dari persiapan maupun perencanaan dan pengalaman pemerintah Ukraina, para penjahat dunia digital segera menyadari, bahwa sudah saatnya mengalihkan area dan wilayah “main” mereka ke Asia, terutama ke negara yang luas dan negara dengan hukumnya yang belum kokoh maupun kehidupan ekonomi rakyatnya masih penuh dengan kesenjangan.

Untuk itulah sudah saatnya Indonesia menyadari akan pentingnya pengembangan dan pembangunan infrastruktur jaringan internet, terutama jaringan ke daerah-daerah pelosok. Selain itu juga, perlu merekrut pemuda-pemuda yang melek teknologi digital dalam berbagai bidang pemerintahan, terutama bidang pertahanan keamanan negara maupun sipil, seperti TNI dan POLRI.

Sudah saatnya pemerintah Indonesia memperkuat diri dengan mengembangkan sistem satelit sebagai contoh pertahanan dan keamanan negara. Indonesia harus memperkuat dasar atau basis digital untuk menjaga kedaulatan negara. Saat ini, pemerintah seharusnya aktif berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan teknologi dan komponen utama, dan telah mengorganisir system digital yang ada, demi menjaga kedaulatan dan ancaman dari dalam maupun dari luar, terutama menjelang tahun-tahun politik seperti sekarang ini.

Selain mengembangkan dan memperkuat sistem satelit udara, pemerintah juga harus serius meningkatkan upaya membangun kabel bawah laut. Semua pembangunan yang berbasis digital ini harus continue dilakukan untuk memperkuat kabel bawah laut Indonesia terutama dalam menghadapi jaringan cloud 5G yang mulai beredar di Indonesia.

Pemerintah harus segera meningkatkan saluran serat optik lokal dan memperkuat perlindungan keamanan, sehingga Indonesia bisa menjadi penghubung atau pusat informasi dan komunikasi di kawasan. Sebagai contoh, Google yang didukung oleh pemerintah Amerika Serikat diperkirakan akan meluncurkan kabel bawah laut baru APRICOT pada tahun 2024. Teknologi transmisi dengan total panjang sekitar 12.000 kilometer ini akan menghubungkan Taiwan, Jepang, Guam, Filipina, dan Indonesia.

Semoga saat itu jaringan telekomunikasi, dalam hal ini, Telkom Indonesia akan dilibatkan. Oleh karena itu, pemerintah yang kuat dan berdaulat dengan dasar hukum nasional yang kokoh sangat dibutuhkan dalam menjaga kedaulatan dan kewibawaan bangsa yang berakhir dengan meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Tama Langkun Dukung...
Tama Langkun Dukung Penegakan Hukum di BGN, Minta MBG Tetap Fokus untuk Rakyat
Sri Gusni: Pergantian...
Sri Gusni: Pergantian Pimpinan BGN Harus Jadi Momentum Pembenahan Menyeluruh Program MBG
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
Rekomendasi
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Mantan Wasit FIFA Bongkar...
Mantan Wasit FIFA Bongkar Bobrok Piala Dunia 2026: Teknologi VAR Gagal Simpulkan Offside
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Berita Terkini
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
Budiman Sudjatmiko Tepis...
Budiman Sudjatmiko Tepis Usir Mahasiswa dari Forum Diskusi di Semarang
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Kemenhaj: 76.829 Jemaah...
Kemenhaj: 76.829 Jemaah Haji dari 195 Kloter Telah Tiba di Indonesia
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Infografis
Rusia Akui Kerahkan...
Rusia Akui Kerahkan Tentara Korut dalam Perang Lawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved