Penambahan Kasus COVID-19 Masih Tinggi, Yuri Minta Protokol Kesehatan Diperketat

Kamis, 02 Juli 2020 - 16:33 WIB
loading...
Penambahan Kasus COVID-19...
Juru Bicara Pemerintah Penanganan virus Corona (COVID-19), Achmad Yurianto pun meminta masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Penambahan kasus positif COVID-19 pada 2 Juli 2020 mencapai rekor tertinggi yakni sebanyak 1.624 orang. Sehingga total akumulasi kasus COVID-19 di Tanah Air mencapai 59.394 kasus.

Dengan penambahan kasus yang masih tinggi tersebut, Juru Bicara Pemerintah Penanganan virus Corona (COVID-19), Achmad Yurianto pun meminta masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat. (Baca juga: Penambahan 1.624 Kasus, Positif COVID-19 Kini Mencapai 59.394 Orang)

“Saudara-saudara ini harus menjadi perhatian kita bersama bahwa melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat, dengan disiplin adalah upaya yang bisa kita lakukan secara bersama-sama untuk memutuskan rantai penularan COVID-19 ini,” tegas Yuri di Media Center Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Kamis (2/7/2020).

“Karena dengan kita bisa mengimplementasikan secara disiplin protokol kesehatan ini, maka kita akan menjadi aman. Kita akan terlindung dari kemungkinan tertular. Dan kita bisa produktif kembali, kita bisa melaksanakan aktivitas yang produktif,” sambung Yuri.

Inilah yang kemudian, kata Yuri dalam istilah yang sering digunakan atau didengar oleh masyarakat sebagai New Normal. Namun, ia mengatakan ini bukan dimaknai bahwa masyarakat sudah normal kembali.

“Dalam artian New Normal adalah kita merubah kebiasaan-kebiasaan yang dahulu kita anggap normal karena saat itu ancaman COVID-19 belum ada,” jelasnya.

Masyarakat, tegas Yuri, harus memahami betul bagaimana mekanisme penularan COVID-19 ini. “COVID-19 ini ditularkan oleh orang yang positif di dalam tubuhnya dan kemudian batuk, bersin, berbicara sehingga kemudian keluar droplet atau butiran-butiran kecil yang menyebar ke sekitarnya dan terhirup orang lain karena tidak menjaga jarak dan tidak menggunakan masker maka besar kemungkinan orang itu akan tertular. Sehingga sekarang yang harus kita lakukan di dalam merubah kebiasaan kita yang dahulu kita katakan normal sekarang tidak bisa lagi kita laksanakan,” paparnya.

Oleh karena itu, perlu perubahan adaptasi kebiasaan baru yang menjamin diri kita aman dari penularan COVID-19. Di antaranya yakni menjaga jarak. “Selalu diupayakan menjaga jarak fisik antara satu dengan yang lainnya setidak-tidaknya pada jarak lebih dari satu meter,” kata dia.

Kemudian menggunakan masker. “Ini menjadi penting untuk melindungi kita dari kemungkinan terpapar secara langsung dari droplet, dari percikan ludah orang yang positif. Kita tidak pernah tahu pada saat berada di tempat publik, di luar rumah kita tidak pernah tahu kita akan ketemu dengan orang yang membawa virus ini atau tidak,” tutur Yuri. (Baca juga: Dokter RSPAD Sebut Pasien COVID-19 Sembuh Bisa Terinfeksi Lagi)

Menggunakan masker, tambah Yuri, menjadi sesuatu yang penting. Baik untuk orang yang belum sakit dalam artian melindungi terhadap kemungkinan tertular. “Ataupun orang yang sakit tetapi tidak menyadari bahwa dirinya sakit untuk juga membatasi kemungkinan percikan droplet dia ke lingkungan sekitarnya,” tutupnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Waspadai Lagi Covid-19,...
Waspadai Lagi Covid-19, Kemenkes Imbau Tetap Prokes dan Hidup Sehat
Pentingnya Taiwan Menghadapi...
Pentingnya Taiwan Menghadapi Pandemi di Masa Depan
Saran Epidemiolog Cegah...
Saran Epidemiolog Cegah Lonjakan Covid-19 saat Libur Nataru
Kasus Covid-19 Naik,...
Kasus Covid-19 Naik, Menko Muhadjir Effendy Minta Masyarakat Jangan Panik
Cegah Lonjakan Kasus...
Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Partai Perindo Minta Pemerintah Gencarkan Vaksin dan Prokes
Bupati Bengkulu Selatan...
Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi Dilaporkan ke KPK Terkait Dugaan Korupsi Dana Covid-19
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Rekor! Pria Ini Terinfeksi...
Rekor! Pria Ini Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Nonstop
Rekomendasi
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Berita Terkini
Mutasi TNI: Marsdya...
Mutasi TNI: Marsdya M. Khairil Lubis Jabat Dansesko TNI, Marsda Muzafar Jadi Pangkogabwilhan II
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Infografis
Covid-19 Varian EG.5...
Covid-19 Varian EG.5 di Singapura Sudah Menyebar ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved