KSAD Dudung Jamin Kesiapan Operasi Satgas Pamtas RI-Papua Nugini
Rabu, 14 September 2022 - 07:09 WIB
loading...
KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengecek kesiapan operasi Yonif 132/BS di Desa Salo Timur Kecamatan Salo Kabupaten Kampar, Riau. Foto/dispenad
A
A
A
JAKARTA - Serangkaian tahap persiapan telah dijalani 450 Prajurit Yonif 132/BS sebelum bertugas sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan ( Satgas Pamtas ) RI-PNG Sektor Utara Papua. Para prajurit tersebut juga telah melalui tahapan Pemeriksaan Kesiapan Operasi (Riksiapops) secara bertahap dan bertingkat.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman menjamin kesiapan operasi Satgas Pamtas RI-PNG tersebut. Hal ini diungkapkan setelah mendatangi dan mengecek secara langsung kesiapan operasi Yonif 132/BS di Desa Salo Timur Kecamatan Salo Kabupaten Kampar, Riau, Selasa, (13/9/2022).
Baca juga: Panglima TNI Klaim Satgas Pamtas Atasi Kerawanan di Perbatasan RI-PNG
“Pemeriksaan ini untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel dan materiil yang akan digunakan, serta kemampuan dan keterampilan yang telah dilatihkan. Nantinya kesiapan operasi Yonif 132/BS ini akan digunakan Mabes TNI dimana Panglima TNI sebagai Pembina Pengguna Kekuatan,” ujar Dudung.
Lebih lanjut, Dudung mengatakan tugas operasi merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi prajurit TNI AD, oleh karena itu semangat untuk melaksanakan tugas dengan tulus, ikhlas dan memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara sangat penting untuk dilakukan prajurit Yonif 132/BS.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman menjamin kesiapan operasi Satgas Pamtas RI-PNG tersebut. Hal ini diungkapkan setelah mendatangi dan mengecek secara langsung kesiapan operasi Yonif 132/BS di Desa Salo Timur Kecamatan Salo Kabupaten Kampar, Riau, Selasa, (13/9/2022).
Baca juga: Panglima TNI Klaim Satgas Pamtas Atasi Kerawanan di Perbatasan RI-PNG
“Pemeriksaan ini untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel dan materiil yang akan digunakan, serta kemampuan dan keterampilan yang telah dilatihkan. Nantinya kesiapan operasi Yonif 132/BS ini akan digunakan Mabes TNI dimana Panglima TNI sebagai Pembina Pengguna Kekuatan,” ujar Dudung.
Lebih lanjut, Dudung mengatakan tugas operasi merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi prajurit TNI AD, oleh karena itu semangat untuk melaksanakan tugas dengan tulus, ikhlas dan memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara sangat penting untuk dilakukan prajurit Yonif 132/BS.
Lihat Juga :