Plt Ketum PPP Mardiono: Islah Itu kalau Ada Konflik
Rabu, 14 September 2022 - 06:28 WIB
loading...
A
A
A
"Biasa pindah komisi, penugasan, bahkan Pak Tamliha baru berapa bulan di komisi itu. Ada yang lima hari hanya diperbantukan, di BKO, ditarik lagi, biasa itu," terang Mardiono.
Syaifullah Tamliha sebelumnya mengungkapkan kekecewaannya setelah dicopot dari posisi Wakil Ketua Komisi V DPR hanya karena bersikap kritis terhadap pergantian Suharso Monoarfa. "Kata Mardiono ingin islah dan menghindari konflik, kok malah copot mencopot. Saya dari dulu juga enggak punya minat jadi pimpinan komisi tapi hanya karena perintah partai," kata Tamliha saat dihubungi wartawan, Selasa (13/9/2022).
Menurut Tamliha, semestinya konflik pendapat tidak boleh menyebabkan konflik personal. Namun tentunya masing-masing memiliki cara demokratis. Dan sebagai kader ideologis Nahdlatul Ulama (NU), ia teringat oleh pesan seorang tokoh muda NU, bahwa demokrasi justru dibunuh oleh orang yang mengaku demokratis dan itu terjadi di PPP.
"Saya kader ideologis NU, masih ingat dengan pesan tokoh muda NU almarhum Subhan, ZE bahwa demokrasi dibunuh oleh orang-orang yang mengaku dirinya demokratis, dengan cara seolah-olah demokratis dan dalam forum yang seolah-olah demokratis. Ini yang terjadi hari ini dalam tubuh partai saya, PPP," tukasnya.
Syaifullah Tamliha sebelumnya mengungkapkan kekecewaannya setelah dicopot dari posisi Wakil Ketua Komisi V DPR hanya karena bersikap kritis terhadap pergantian Suharso Monoarfa. "Kata Mardiono ingin islah dan menghindari konflik, kok malah copot mencopot. Saya dari dulu juga enggak punya minat jadi pimpinan komisi tapi hanya karena perintah partai," kata Tamliha saat dihubungi wartawan, Selasa (13/9/2022).
Menurut Tamliha, semestinya konflik pendapat tidak boleh menyebabkan konflik personal. Namun tentunya masing-masing memiliki cara demokratis. Dan sebagai kader ideologis Nahdlatul Ulama (NU), ia teringat oleh pesan seorang tokoh muda NU, bahwa demokrasi justru dibunuh oleh orang yang mengaku demokratis dan itu terjadi di PPP.
"Saya kader ideologis NU, masih ingat dengan pesan tokoh muda NU almarhum Subhan, ZE bahwa demokrasi dibunuh oleh orang-orang yang mengaku dirinya demokratis, dengan cara seolah-olah demokratis dan dalam forum yang seolah-olah demokratis. Ini yang terjadi hari ini dalam tubuh partai saya, PPP," tukasnya.
(muh)
Lihat Juga :