Angka Kesembuhan COVID-19 Terus Naik, Yuri Ungkap Dua Penyebabnya
Kamis, 02 Juli 2020 - 13:44 WIB
loading...
A
A
A
Yuri menjelaskan, kenaikan angka kesembuhan COVID-19 di Tanah Air. "Kita bersyukur bahwa banyak sekali yang sudah menjadi sembuh. Karena memang, satu rawatannya lebih bagus lagi. Perhatian rumah sakit di dalam memberikan perawatan kepada pasien ini menjadi lebih baik. Ini disebabkan karena kalau kita lihat beban layanan rumah sakit salah satu indikatornya BOR (bed occupancy rate) tingkat hunian rumah sakit yang tempat tidurnya itu rata-rata nasional kan sekitar 55,6%," katanya.(Baca juga: Sembuhkan Pasien Corona, 13 Rumah Sakit Gunakan Terapi Plasma Konvaselen )
"Artinya bahwa resource yang ada, sumber daya yang ada, tenaga kesehatan dan sebagainya bisa memberikan layanan perawatan secara optimal, tidak terlalu capek ya kalau misalnya BOR-nya lebih dari 70% ke 80% pasti ada layanannya kualitasnya tentu juga akan terpengaruh," ujar Yuri.
Kemudian yang kedua, kata Yuri, masyarakat semakin bagus merespons, sehingga yang masuk rumah sakit pada umumnya adalah kasus-kasus yang ringan hingga sedang. "Itu ya nggak sampai berat. Dan kemudian untuk kelompok-kelompok yang memiliki komorbid sebelumnya mereka sudah betul-betul menyadari bahwa mereka harus dilindungi bersama. Sehingga yang jatuh menjadi sakit untuk kelompok yang sudah dengan penyakit komorbid ini juga relatif lebih sedikit," katanya.
"Inilah menjadi faktor kenapa kok kemudian angka sembuh ini semakin banyak. Memang tidak akan bisa cepat, karena pasti ada proses untuk menyembuhkan. Jadi tidak mungkin hari ini masuk terus besok sudah sembuh, itu sangat tidak mungkin. Saya kita inilah faktor yang menentukan," kata Yuri.
"Artinya bahwa resource yang ada, sumber daya yang ada, tenaga kesehatan dan sebagainya bisa memberikan layanan perawatan secara optimal, tidak terlalu capek ya kalau misalnya BOR-nya lebih dari 70% ke 80% pasti ada layanannya kualitasnya tentu juga akan terpengaruh," ujar Yuri.
Kemudian yang kedua, kata Yuri, masyarakat semakin bagus merespons, sehingga yang masuk rumah sakit pada umumnya adalah kasus-kasus yang ringan hingga sedang. "Itu ya nggak sampai berat. Dan kemudian untuk kelompok-kelompok yang memiliki komorbid sebelumnya mereka sudah betul-betul menyadari bahwa mereka harus dilindungi bersama. Sehingga yang jatuh menjadi sakit untuk kelompok yang sudah dengan penyakit komorbid ini juga relatif lebih sedikit," katanya.
"Inilah menjadi faktor kenapa kok kemudian angka sembuh ini semakin banyak. Memang tidak akan bisa cepat, karena pasti ada proses untuk menyembuhkan. Jadi tidak mungkin hari ini masuk terus besok sudah sembuh, itu sangat tidak mungkin. Saya kita inilah faktor yang menentukan," kata Yuri.
(abd)
Lihat Juga :