Kaukus Muda PPP Nilai Pemberhentian Suharso dari Ketum Sudah Tepat, Ini Alasannya
Jum'at, 09 September 2022 - 16:09 WIB
loading...
Kaukus Muda PPP menilai, pemberhentian Suharso Monoarfa dari jabatan ketua umum sudah tepat. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kaukus Muda Partai Persatuan Pembangunan ( PPP ) menilai pemberhentian Suharso Monoarfa dari jabatan Ketua Umum PPP dan memilih Muhammad Mardiono sebagai pelaksana tugas (Plt) sudah tepat.
Wakil Koordinator Nasional Kaukus Muda PPP Satriawan mengatakan, ada beberapa faktor penyebab Suharso Monoarfa harus mundur dari jabatan ketum PPP.
"Pertama, Suharso Monoarfa dinilai buruk dalam berkomunikasi dengan pengurus di tingkat bawah, ditambah banyak anggapan sikapnya yang elitis tidak bisa masuk ke kalangan kader PPP akar rumput," jelas Satriawan yang juga Ketua PC. GP Ansor Kabupaten Bangka Tengah, Jumat (9/9/2022).
Baca juga: Majelis Pertimbangan PPP: Pemberhentian Suharso Langkah Darurat Penyelamatan Partai
Kedua, adanya persoalan pribadi. Ini memang persoalan yang tidak bisa orang lain ikut campur, namun masyarakat melihat dan menilai. Sehingga itu menjadi pertimbangan bagi para pengurus DPP dan DPW untuk menyepakati pemberhentian Suharso.
"Ketiga, tentunya yang akan sangat berdampak adalah pernyataannya soal amplop kiai yang bagi kalangan pesantren, terutama santri dan kiai ini sangat menyakitkan. Apalagi basis massa PPP adalah dari santri dan kiai," jelasnya.
Baca juga: Mardiono Persilakan Kubu Suharso Tempuh Jalur Hukum Batalkan Mukernas PPP
Wakil Koordinator Nasional Kaukus Muda PPP Satriawan mengatakan, ada beberapa faktor penyebab Suharso Monoarfa harus mundur dari jabatan ketum PPP.
"Pertama, Suharso Monoarfa dinilai buruk dalam berkomunikasi dengan pengurus di tingkat bawah, ditambah banyak anggapan sikapnya yang elitis tidak bisa masuk ke kalangan kader PPP akar rumput," jelas Satriawan yang juga Ketua PC. GP Ansor Kabupaten Bangka Tengah, Jumat (9/9/2022).
Baca juga: Majelis Pertimbangan PPP: Pemberhentian Suharso Langkah Darurat Penyelamatan Partai
Kedua, adanya persoalan pribadi. Ini memang persoalan yang tidak bisa orang lain ikut campur, namun masyarakat melihat dan menilai. Sehingga itu menjadi pertimbangan bagi para pengurus DPP dan DPW untuk menyepakati pemberhentian Suharso.
"Ketiga, tentunya yang akan sangat berdampak adalah pernyataannya soal amplop kiai yang bagi kalangan pesantren, terutama santri dan kiai ini sangat menyakitkan. Apalagi basis massa PPP adalah dari santri dan kiai," jelasnya.
Baca juga: Mardiono Persilakan Kubu Suharso Tempuh Jalur Hukum Batalkan Mukernas PPP
Lihat Juga :