Bawaslu Imbau Masyarakat Jangan Mudah Percaya Isu Peretasan

Jum'at, 09 September 2022 - 13:57 WIB
loading...
Bawaslu Imbau Masyarakat Jangan Mudah Percaya Isu Peretasan
Masyarakat diminta tak mudah percaya dengan isu pencurian 105 juta data NIK. Hal ini dikatakan oleh Koordinator Divisi Sengketa Bawaslu, Totok Hariyono. Foto/MPI
A A A
JAKARTA - Masyarakat diminta tidak mudah percaya dengan isu pencurian 105 juta data NIK diduga berasal dari KPU. Hal ini dikatakan oleh Koordinator Divisi Sengketa Bawaslu, Totok Hariyono.

"Belum ada kepastian hukum. Itu masih isu, jangan-jangan itu hoaks," ujar Totok Hariyono ketika dikonfirmasi, Jumat (9/9/2022).

Baca juga: NIK Jadi NPWP, Sri Mulyani Ajak Masyarakat Login Pajak Pakai NIK

Ia menyebutkan, masyarakat perlu kritis dan cerdas dalam menanggapi berbagai isu pencurian data yang sengaja diembuskan oleh pihak-pihak tertentu dengan maksud tidak baik.

"Yang sengaja diembuskan untuk membuat keresahan di tengah masyarakat untuk membuat ketidakpercayaan terhadap lembaga publik," kata Totok Hariyono.

Baca juga: Sah! NIK Kini Digunakan sebagai NPWP

Bawaslu meminta masyarakat untuk menyerahkan terkait berbagai isu pencurian data tersebut ke pihak terkait. "Kita serahkan saja ke aparat penegak hukum untuk menelusuri dan mencari sumber kebenarannya," jelasnya.

"Apalagi ini mendekati tahun Pemilu, jangan sampai termakan isu-isu yang tidak memiliki landasan hukum yang jelas," pungkas Totok Hariyono.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, beredar informasi di forum internasional data 105 juta Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang diduga berasal dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) bocor dan dijual oleh pemilik akun Bjorka. Bjorka juga sebelumnya membocorkan 1,3 miliar data registrasi kartu SIM card Indonesia.
(maf)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1826 seconds (10.55#12.26)