Majelis Pertimbangan PPP: Pemberhentian Suharso Langkah Darurat Penyelamatan Partai
Jum'at, 09 September 2022 - 06:57 WIB
loading...
A
A
A
"Atas dasar itulah Majelis-Majelis DPP bereaksi dengan melakukan tahapan sepanjang lebih dari dua bulan, mulai klarifikasi/tabayyun, peringatan, hingga permintaan agar Suharso mengundurkan diri," terang Usman.
"Selama lebih dua bulan, tahapan jeweran Majelis yang terdiri dari para kiai-kiai kharismatik dan senior partai itu tidak direspons secara layak oleh Suharso, bahkan seperti sengaja melecehkan orang terhornat di Majelis tersebut," sambung Usman.
Puncaknya, kata Usman, Majelis sampai pada titik memberhentikan Suharso dari jabatan Ketua Umum PPP demi kemaslahatan partai. Mukernas pun digelar. Mayoritas DPW PPP, hingga pengurus pusat PPP turut hadir. Kehadiran itu dirasa Usman, menunjukkan Mukernas sebagai representasi dari lembaga pemegang kekuasaan tertinggi PPP di bawah Muktamar. Baca juga: Suara PPP sejak Pemilu 1999 hingga 2019, Kini Miliki 19 Anggota DPR
"Peserta Mukernas itu bukan orang sembarangan. Mereka adalah para kiai kharismatik, politisi senior partai dan pengurus PH DPP fungsionaris yang secara kolektif kolegial sedang memegang kendali partai," tutup Usman.
"Selama lebih dua bulan, tahapan jeweran Majelis yang terdiri dari para kiai-kiai kharismatik dan senior partai itu tidak direspons secara layak oleh Suharso, bahkan seperti sengaja melecehkan orang terhornat di Majelis tersebut," sambung Usman.
Puncaknya, kata Usman, Majelis sampai pada titik memberhentikan Suharso dari jabatan Ketua Umum PPP demi kemaslahatan partai. Mukernas pun digelar. Mayoritas DPW PPP, hingga pengurus pusat PPP turut hadir. Kehadiran itu dirasa Usman, menunjukkan Mukernas sebagai representasi dari lembaga pemegang kekuasaan tertinggi PPP di bawah Muktamar. Baca juga: Suara PPP sejak Pemilu 1999 hingga 2019, Kini Miliki 19 Anggota DPR
"Peserta Mukernas itu bukan orang sembarangan. Mereka adalah para kiai kharismatik, politisi senior partai dan pengurus PH DPP fungsionaris yang secara kolektif kolegial sedang memegang kendali partai," tutup Usman.
(kri)
Lihat Juga :