Balas Dudung soal RDP Tak Jelas, Effendi Beri Komentar Menohok: Presiden Aja Gak Begitu!
Jum'at, 09 September 2022 - 01:03 WIB
loading...
Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDIP, Effendi Simbolon.Foto/MPI/Dok
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDIP, Effendi Simbolon membalas pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat ( KSAD ) Jenderal TNI Dudung Abdurrachman, yang menyebut rapat di DPR tidak fokus dan pertanyaannya tidak jelas.
Hal itu disampaikan Dudung merespons pernyataan Effendi mengenai disharmoni antara Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dengan KSAD Jenderal Dudung. Effendi menegaskan, TNI harus semakin matang, patuh dan memahami kelembagaan DPR. Jadi tidak boleh sembarangan mengatakan seperti itu.
"Era ke sini harus semakin matang dong TNI. Harus patuh dan mengerti lembaga DPR itu apa. Enggak boleh begitu," kata Effendi kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (8/9/2022).
Bahkan, kata Effendi, sekelas Presiden pun tidak berani mengatakan demikian mengenai DPR."Presiden saja enggak berani ngomong gitu," tegasnya. Baca: Disharmoni Panglima TNI dan KSAD, PDIP Sarankan Jokowi dan Prabowo Turun Tangan
Selain itu, Effendi menuturkan, dirinya tidak dalam posisi berpihak baik kepada Andika maupun Dudung. Namun, dia mengingatkan kerentanan TNI jika terjadi polarisasi. Contoh paling nyata adalah polarisasi pilkada, yang membuat orang sampai mati. "Kalau itu terjadi di TNI, apalagi ada niat orang memberikan kebebasan hak politik kepada TNI, prajurit, dan sebagainya," tuturnya.
Oleh karena itu, menurut Effendi, Presiden Jokowi perlu turun tangan, jangan sampai berpikiran bahwa disharmoni ini berlangsung dalam waktu yang lama. Dan jangan sampai disharmoni antara Jenderal (Purn) Moeldoko dengan Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo berulang.
Hal itu disampaikan Dudung merespons pernyataan Effendi mengenai disharmoni antara Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dengan KSAD Jenderal Dudung. Effendi menegaskan, TNI harus semakin matang, patuh dan memahami kelembagaan DPR. Jadi tidak boleh sembarangan mengatakan seperti itu.
"Era ke sini harus semakin matang dong TNI. Harus patuh dan mengerti lembaga DPR itu apa. Enggak boleh begitu," kata Effendi kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (8/9/2022).
Bahkan, kata Effendi, sekelas Presiden pun tidak berani mengatakan demikian mengenai DPR."Presiden saja enggak berani ngomong gitu," tegasnya. Baca: Disharmoni Panglima TNI dan KSAD, PDIP Sarankan Jokowi dan Prabowo Turun Tangan
Selain itu, Effendi menuturkan, dirinya tidak dalam posisi berpihak baik kepada Andika maupun Dudung. Namun, dia mengingatkan kerentanan TNI jika terjadi polarisasi. Contoh paling nyata adalah polarisasi pilkada, yang membuat orang sampai mati. "Kalau itu terjadi di TNI, apalagi ada niat orang memberikan kebebasan hak politik kepada TNI, prajurit, dan sebagainya," tuturnya.
Oleh karena itu, menurut Effendi, Presiden Jokowi perlu turun tangan, jangan sampai berpikiran bahwa disharmoni ini berlangsung dalam waktu yang lama. Dan jangan sampai disharmoni antara Jenderal (Purn) Moeldoko dengan Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo berulang.
Lihat Juga :