Menko PMK: Pasien Covid-19 Surabaya Akan Dipindah ke RSKI Pulau Galang, Riau
Kamis, 02 Juli 2020 - 08:25 WIB
loading...
Menteri Koodinator PMK, Muhadjir Effendy menyatakan, pasien Covid-19 dari Surabaya berpotensi dipindah ke RSKI Pulau Galang, Kepulauan Riau. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah telah menyiapkan Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang di Kepulauan Riau (Kepri) sebagai salah satu RS rujukan untuk mengantisipasi ledakan kasus positif virus Corona (Covid-19).
RSKI Pulau Galang memiliki 360 ruang rawat dengan 240 ruangan untuk orang dalam pemantauan (ODP), 100 ruangan untuk pasien dalam pemantauan (PDP) dan 20 ruangan isolasi bertekanan negatif. Saat ini, kondisi rumah sakit tersebut masih longgar untuk menampung pasien.
Hingga 30 Juni kemarin, tercatat hanya 53 pasien yang dirawat di sana. Presiden Jokowi juga telah meminta rumah sakit khusus tersebut dapat dioptimalkan untuk mempercepat penanganan Covid-19 yang membutuhkan penanganan. (Baca juga:RSUD dr Soetomo Surabaya Overload Pasien Covid-19)
Menteri Koodinator PMK, Muhadjir Effendy menyatakan, nantinya RSKI dimanfaatkan dari berbagai daerah yang dengan kategori zona merah sampai hitam seperti Surabaya dengan catatan kondisi rumah sakit tidak ada perbaikan dalam sistem rujukan pasien Covid-19. "Kita akan pertimbangkan bersama-sama, ini untuk mengurangi beban RS yang ada di Surabaya khususnya di RSUD dr Soetomo. Untuk pasien yang ringan atau sedang akan dikirim ke Pulau Galang dengan transportasi yang sudah disiapkan TNI AU," ujar Muhadjir, Kamis (2/7/2020).
Kebijakan itu keluar dalam rapat Koordinasi Tingkat Menteri Pemanfaatan RSKI Pulau Galang yang digelar melalui telekonferensi, pada Selasa 30 Juni 2020 malam. Muhadjir selaku Ketua Dewan Pengarah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menekankan, pemanfaatan RSKI Pulau Galang nantinya tidak tertutup untuk pasien dari Surabaya saja. Pasien lain pun bisa memanfaatkannya seperti pasien yang pulang dari luar negeri atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan pasien dari Provinsi Kepri. "Karena memang arahan Presiden tidak harus Surabaya, sebetulnya. Tapi bisa saja dari luar. Terutama dari PMI, juga pasien dari Provinsi Kepri," ucapnya. (Baca juga: KRL Commuter Line Rawan Persebaran COVID-19, Begini Jawaban PT KCI)
RSKI Pulau Galang memiliki 360 ruang rawat dengan 240 ruangan untuk orang dalam pemantauan (ODP), 100 ruangan untuk pasien dalam pemantauan (PDP) dan 20 ruangan isolasi bertekanan negatif. Saat ini, kondisi rumah sakit tersebut masih longgar untuk menampung pasien.
Hingga 30 Juni kemarin, tercatat hanya 53 pasien yang dirawat di sana. Presiden Jokowi juga telah meminta rumah sakit khusus tersebut dapat dioptimalkan untuk mempercepat penanganan Covid-19 yang membutuhkan penanganan. (Baca juga:RSUD dr Soetomo Surabaya Overload Pasien Covid-19)
Menteri Koodinator PMK, Muhadjir Effendy menyatakan, nantinya RSKI dimanfaatkan dari berbagai daerah yang dengan kategori zona merah sampai hitam seperti Surabaya dengan catatan kondisi rumah sakit tidak ada perbaikan dalam sistem rujukan pasien Covid-19. "Kita akan pertimbangkan bersama-sama, ini untuk mengurangi beban RS yang ada di Surabaya khususnya di RSUD dr Soetomo. Untuk pasien yang ringan atau sedang akan dikirim ke Pulau Galang dengan transportasi yang sudah disiapkan TNI AU," ujar Muhadjir, Kamis (2/7/2020).
Kebijakan itu keluar dalam rapat Koordinasi Tingkat Menteri Pemanfaatan RSKI Pulau Galang yang digelar melalui telekonferensi, pada Selasa 30 Juni 2020 malam. Muhadjir selaku Ketua Dewan Pengarah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menekankan, pemanfaatan RSKI Pulau Galang nantinya tidak tertutup untuk pasien dari Surabaya saja. Pasien lain pun bisa memanfaatkannya seperti pasien yang pulang dari luar negeri atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan pasien dari Provinsi Kepri. "Karena memang arahan Presiden tidak harus Surabaya, sebetulnya. Tapi bisa saja dari luar. Terutama dari PMI, juga pasien dari Provinsi Kepri," ucapnya. (Baca juga: KRL Commuter Line Rawan Persebaran COVID-19, Begini Jawaban PT KCI)
Lihat Juga :