Kompetisi Pemberdayaan Masyarakat, Kemenko PM Pilih 8 Tim Masuk Final Innovilleague 2025
Rabu, 13 Agustus 2025 - 15:43 WIB
loading...
Kemenko PM membuka babak final Innovilleague Liga Pemberdayaan Masyarakat Desa 2025. Foto/istimewa
A
A
A
SURABAYA - Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu (KPMDDTDT) Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat ( Kemenko PM ) membuka babak final Innovilleague Liga Pemberdayaan Masyarakat Desa 2025. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Universitas Negeri Surabaya.
Kompetisi Innovilleague merupakan program inisiasi dari Kemenko PM yang berkolaborasi dengan Forum Rektor Indonesia (FRI) dan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI).
Tahun ini, Innovilleague diikuti 482 tim yang terdiri atas 1.894 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Seluruh tim saling beradu Gagasan Pemberdayaan Masyarakat (GPM), hingga terpilih 8 tim yang melaju ke babak final.
Baca juga: Kemenko PM Sebut Sekolah Rakyat Cara Langsung Memotong Kemiskinan
Deputi KPMDDTDT Abdul Haris menyampaikan kompetisi ini menjadi wujud nyata keterbukaan pemerintah terhadap terobosan kemajuan dan inovasi yang datang dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Haris menekankan setiap perguruan tinggi memiliki Tridharma Perguruan Tinggi, dan khususnya pengabdian kepada masyarakat harus dijalankan dengan misi yang jelas.
Kompetisi Innovilleague merupakan program inisiasi dari Kemenko PM yang berkolaborasi dengan Forum Rektor Indonesia (FRI) dan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI).
Tahun ini, Innovilleague diikuti 482 tim yang terdiri atas 1.894 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Seluruh tim saling beradu Gagasan Pemberdayaan Masyarakat (GPM), hingga terpilih 8 tim yang melaju ke babak final.
Baca juga: Kemenko PM Sebut Sekolah Rakyat Cara Langsung Memotong Kemiskinan
Deputi KPMDDTDT Abdul Haris menyampaikan kompetisi ini menjadi wujud nyata keterbukaan pemerintah terhadap terobosan kemajuan dan inovasi yang datang dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Haris menekankan setiap perguruan tinggi memiliki Tridharma Perguruan Tinggi, dan khususnya pengabdian kepada masyarakat harus dijalankan dengan misi yang jelas.
Lihat Juga :