Kebocoran Data Marak, Lembaga Negara Harus Lakukan Penetration Test

Rabu, 07 September 2022 - 15:17 WIB
loading...
Kebocoran Data Marak,...
Lembaga negara diimbau menerapkan metode penetration test untuk melindungi dan mencegah terjadinya kebocoran data pribadi. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Maraknya kebocoran data pribadi yang dialami oleh beberapa lembaga negara di negeri menjadi kekhawatiran banyak kalangan. Pasalnya, hal itu menjadi ancaman serius bagi negara di tengah menggeliatnya semangat dalam membuat Rancangan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi.

Menyikapi persoalan itu, Founder Sobat Cyber Indonesia Al Akbar Rahmadillah mengungkapkan pentingnya setiap lembaga-lembaga publik menerapkan metode penetration test untuk melindungi dan mencegah terjadinya kebocoran data.

“Lembaga negara di Indonesia harus lebih peduli dengan keamanan data terutama pada sistem aplikasi di lembaga Negara masing-masing, bahwa lembaga negara yang menyimpan data pribadi perlu melindungi sistem yang dimiliki untuk mencegah terjadinya kebocoran data, salah satunya dengan menguji keamanan jaringan melalui metode penetration test,” ujarnya, Rabu (7/9/2022).

Baca juga: RI Jadi Sasaran Empuk Peretasan di Internet, Masyarakat Harus Paham Cara Melindungi Data Pribadi

Lembaga negara yang menyimpan data informasi pribadi masyarakat harus bertanggung jawab menjaga informasi pribadi. Oleh karena itu mereka harus menyadari standar keamanan yang sama tidak dapat digunakan selama bertahun-tahun, perlu adanya pemutakhiran sistem.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gugatan UU PDP Ditolak...
Gugatan UU PDP Ditolak MK, Negara Wajib Awasi Transfer Data Pribadi
Penting bagi Literasi,...
Penting bagi Literasi, Mahasiswa Ajak Wikipedia Ikuti Aturan Perlindungan Data di Indonesia
Soal Perjanjian Transfer...
Soal Perjanjian Transfer Data RI-AS, Komisi I DPR Desak Pembentukan Lembaga PDP Independen
Kedaulatan Rakyat atas...
Kedaulatan Rakyat atas Data Pribadi Pascaperjalanan Dagang Indonesia-AS
Buku tentang PDP dalam...
Buku tentang PDP dalam Perspektif Hukum Nasional dan Global Diluncurkan
Menggugat Janji UU Perlindungan...
Menggugat Janji UU Perlindungan Data Pribadi
Pemerintah Segera Umumkan...
Pemerintah Segera Umumkan Kebijakan WFH, Fokus ke Instansi Negara
Diduga Bocorkan Nomor...
Diduga Bocorkan Nomor WA, Dokter Detektif Dilaporkan Shella Saukia: Kasus Kini Disidik Polisi
Meta Bantah Soal Kebocoran...
Meta Bantah Soal Kebocoran Data 17,5 Juta Akun Instagram
Rekomendasi
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Penasihat Militer Mojtaba...
Penasihat Militer Mojtaba Khamenei: Iran Siap Ubah Israel Jadi Neraka Jika Beirut Diinvasi
Iran Klaim Tembakkan...
Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Arah 2 Kapal Perang AS, tapi Disangkal Amerika
Berita Terkini
Silmy Karim Cs Ditahan...
Silmy Karim Cs Ditahan KPK, DPR Bakal Minta Penjelasan Kemenimipas
Minta Masukan RUU Pemilu,...
Minta Masukan RUU Pemilu, DPR Bakal Kunjungi Parpol Parlemen dan Nonparlemen
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Kasus Dadan Cs, Saut...
Kasus Dadan Cs, Saut Situmorang: Semua hingga Eselon Terkecil Harus Bertanggung Jawab
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Sahroni: Urusin HAM Saja
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved