BNPB: Terjadi 46 Kali Bencana Selama Seminggu, 98% Hidrometeorologi Basah
Senin, 05 September 2022 - 17:48 WIB
loading...
BNPB mencatat terjadi 46 bencana alam selama sepekan terakhir periode 29 Agustus sampai 4 September 2022. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) mencatat terjadi 46 bencana alam selama sepekan terakhir atau periode 29 Agustus sampai 4 September 2022. Di mana 98% kejadiannya adalah bencana hidrometeorologi basah.
“Di kurun waktu 29 Agustus sampai 4 September 2022 kita punya 46 kali kejadian bencana. 46 kali kejadian ini mungkin catatan kita yang paling banyak selama satu Minggu,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Senin (5/9/2022).
“Biasa kita punya kalau kita kembali lagi ke disaster briefing berapa waktu yang lalu 19, 20-an, kemudian terakhir Minggu lalu kita anggap sudah banyak 37 kali kejadian bencana, ternyata Minggu ini kita 46 kali kejadian bencana dalam satu minggu,” kata Aam sapaan akrabnya.
Baca juga: BNPB: Periode Kering Sangat Singkat, Bencana Hidrometeorologi Basah Mendominasi
Aam mengatakan kejadian banjir 25 kali, cuaca ekstrem 13 kali, tanah longsor 5 kali, kebakaran hutan dan lahan 2 kali, dan gempa bumi 1 kali. Artinya 98% ini kategorinya soal bencana hidrometeorologi, khususnya hidrometeorologi basah.
“Di kurun waktu 29 Agustus sampai 4 September 2022 kita punya 46 kali kejadian bencana. 46 kali kejadian ini mungkin catatan kita yang paling banyak selama satu Minggu,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Senin (5/9/2022).
“Biasa kita punya kalau kita kembali lagi ke disaster briefing berapa waktu yang lalu 19, 20-an, kemudian terakhir Minggu lalu kita anggap sudah banyak 37 kali kejadian bencana, ternyata Minggu ini kita 46 kali kejadian bencana dalam satu minggu,” kata Aam sapaan akrabnya.
Baca juga: BNPB: Periode Kering Sangat Singkat, Bencana Hidrometeorologi Basah Mendominasi
Aam mengatakan kejadian banjir 25 kali, cuaca ekstrem 13 kali, tanah longsor 5 kali, kebakaran hutan dan lahan 2 kali, dan gempa bumi 1 kali. Artinya 98% ini kategorinya soal bencana hidrometeorologi, khususnya hidrometeorologi basah.
Lihat Juga :