BNPB: Periode Kering Sangat Singkat, Bencana Hidrometeorologi Basah Mendominasi
Rabu, 31 Agustus 2022 - 09:31 WIB
loading...
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan, bahwa memasuki akhir Agustus 2022, bencana hidrometeorologi basah kembali mendominasi. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan memasuki akhir Agustus 2022, bencana hidrometeorologi basah kembali mendominasi. Setelah selama tiga minggu di awal hingga pertengahan bulan Agustus kejadian bencana hidrometeorologi kering yang mendominasi.
Hal ini dikatakan oleh Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB , Abdul Muhari, dikutip dari keterangan resminya, Rabu (31/8/2022).
"Perlu menjadi perhatian kita di sini, di minggu pertama, minggu kedua, dan minggu ketiga Agustus, itu kita memiliki frekuensi kejadian bencana hidrometeorologi kering yakni kekeringan dan kebakaran hutan, khususnya kebakaran hutan dan lahan ini, ini lebih banyak dari hidrometeorologi basah," kata Abdul Muhari.
Baca juga: BNPB Imbau Masyarakat Waspadai Bencana Hidrometeorologi
Aam sapaan akrabnya menjelaskan, bencana hidrometeorologi ini ada dua yakni hidrometeorologi basah adalah banjir, banjir bandang, tanah longsor, cuaca ekstrem, abrasi pantai. Kemudian hidrometeorologi kering itu dominan kekeringan dan karhutla.
Hal ini dikatakan oleh Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB , Abdul Muhari, dikutip dari keterangan resminya, Rabu (31/8/2022).
"Perlu menjadi perhatian kita di sini, di minggu pertama, minggu kedua, dan minggu ketiga Agustus, itu kita memiliki frekuensi kejadian bencana hidrometeorologi kering yakni kekeringan dan kebakaran hutan, khususnya kebakaran hutan dan lahan ini, ini lebih banyak dari hidrometeorologi basah," kata Abdul Muhari.
Baca juga: BNPB Imbau Masyarakat Waspadai Bencana Hidrometeorologi
Aam sapaan akrabnya menjelaskan, bencana hidrometeorologi ini ada dua yakni hidrometeorologi basah adalah banjir, banjir bandang, tanah longsor, cuaca ekstrem, abrasi pantai. Kemudian hidrometeorologi kering itu dominan kekeringan dan karhutla.
Lihat Juga :