Komaruddin Hidayat dan Burung Terbang

Rabu, 01 Juli 2020 - 20:54 WIB
loading...
A A A
Menurut KH, untuk keluar dari sikap mental inferiority complex, kaum muslim Indonesia harus mengembangkan iman yang emansipatoris, iman yang kreatif, iman yang rasional. Model iman ini terdiri atas dua hal pokok. Pertama, keyakinan bahwa Islam adalah agama yang sangat maju dan progresif. Tesis Robert N. Bellah masih relevan untuk diingat. Tesis itu menjelaskan bahwa ajaran Islam sangat maju, bahkan terlalu maju untuk ukuran zamannya. Sehingga di bawah Nabi Muhammad, masyarakat Arab berhasil membuat lompatan jauh. Tetapi menurut Bellah, aspek ini tidak didukung oleh prasarana yang memadai pada masanya, sehingga setelah Nabi Muhammad wafat, masyarakat Arab kembali kepada organisasi sosial pra-Islam. Dari sisi pemikiran sosial, Nabi Muhammad sudah menciptakan piagam Madinah yang mengandung pokok-pokok pikiran yang sangat mengagumkan. Gagasan-gagasan modern tentang penghormatan terhadap pluralisme, hak asasi manusia, kebebasan beragama, kemerdekaan hubungan ekonomi antar golongan, serta kaidah-kaidah bernegara justru sudah termuat dalam dokumen tersebut yang tak pernah dikenal sebelumnya. Semangat dokumen ini, sekali lagi spiritnya--- kini harus direkonstruksi dalam konteks dunia modern yang sangat kompleks. Kedua, seperti analisis Bellah di atas, umat Islam sekarang harus kreatif menciptakan pranata-pranata sosial baru seperti lembaga pendidikan, penelitian, keuangan, hukum, birokrasi pemerintahan, hingga kekuatan militer, tapi dalam konteks dunia modern, bukan dalam bentuk khilafah seperti masa lalu. Jadi, menggunakan daya nalar, mengambil spirit ajaran Nabi Muhammad yang sangat modern, dan membuat pranata-pranata sosial yang kreatif itulah tawaran umat Islam modern sebagai wujud dari iman yang emansipatoris.

Harus Terlibat dalam Dunia Global
KH menyadari betul bahwa kaum Muslim harus terlibat ikut mengembangkan peradaban pada tingkat global. Umat Islam harus mendunia, begitu kira-kira. Ketika menjadi Rektor, langkah pertama yang harus dibuat adalah mengubah logo UIN, dari model lama ke model baru yang melambangkan dunia (globe). Ini harus dibaca sebagai “upaya simbolik” bahwa Lembaga Pendidikan tinggi Islam Indonesia memang harus “mendunia”. Upaya mengubah logo itu awalnya mengundang polemik dan pro-kontra. KH dituduh, oleh sebagian pengkritiknya, telah menghilangkan kata “Al-Quran al-Karim” dari logo yang lama. Upaya KH dianggap artifisial. Tetapi dengan kesabaran dan ketekunan menjelaskan, akhirnya KH berhasil meyakinkan para Gurubesar dan sivitas akademika UIN Jakarta bahwa tak ada yang hilang dari “Islam” UIN Jakarta. Justru Islam adalah ruhnya. Langkah berikutnya, KH dengan bersemangat mendorong dosen-dosen untuk kuliah di luar negeri, mengikuti workshop, short course, seminar dan konferensi-konferensi tingkat dunia agar UIN Jakarta dikenal. Saya merasa beruntung dengan program-program itu, dan bisa berkeliling ke banyak negara di Eropa dan Asia untuk kegiatan akademik.

Kini KH dan timnya, sedari awal, menggagas pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Malaysia dan Pakistan saja sudah lama memiliki universitas Islam internasional, mengapa Indonesia, dengan penduduk Muslim terbesar dunia, tidak mampu membuat hal yang sama? “Ini juga menyangkut harga diri bangsa”, begitu kira-kira KH menyampaikan kegundahannya di tengah banyak kritik tertuju atas proyek ambisius UIII itu. Sarana dan pra-sarana sudah siap. Sebentar lagi Universitas Islam Internasional Indonesia itu segera beroperasi. Dan KH, cendekiawan Muslim Indonesia, yang selalu tampil segar, perlente dan seorang “mubaligh” dengan intonasi suaranya yang khas, sudah meletakkan “ruh” dan “sayap”nya agar Islam Indonesia terbang mendunia.
(ras)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
Berita Terkini
Yusril Tegaskan Abdul...
Yusril Tegaskan Abdul Karim Bukan Ulama dan Aktivis Kemanusiaan Gaza
Soal Peluang Periksa...
Soal Peluang Periksa Nanik S Deyang di Kasus MBG, Kejagung: Minggu Ini Belum Ada Jadwal
Yusril Berkunjung ke...
Yusril Berkunjung ke MUI Malam Ini, Jelaskan Penangkapan WNA Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad
KPK Panggil 4 Tersangka...
KPK Panggil 4 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Jatim
Pakar Minta Polisi Objektif...
Pakar Minta Polisi Objektif Usut Dugaan Penghinaan Terhadap Jurnalis
Penanganan Dugaan Kasus...
Penanganan Dugaan Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Independensi Penegak Hukum
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved