Soal Reshuffle, Fadli Zon: Kalau Tidak Ditindaklanjuti Akan Mendegradasi Jokowi

Rabu, 01 Juli 2020 - 19:27 WIB
loading...
Soal Reshuffle, Fadli...
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra mengatakan sebenarnya reshuffle merupakan hak prerogatif presiden. Foto/SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melontarkan wacana perombakan (reshuffle) kabinet. Pernyataan Jokowi tersebut diungkapkan sebagai bentuk kekecewaannya terhadap kinerja sejumlah menterinya yang dinilai belum bekerja maksimal, terutama dalam menangani pandemi COVID-19 dan dampaknya.

Mengenai wacana reshuffle tersebut, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra mengatakan sebenarnya reshuffle merupakan hak prerogatif presiden. ”Presiden punya hak prerogatif dan itu harus berdasarkan evaluasi. Yang sekarang ini merupakan prioritas harusnya di bidang kesehatan terkait penanganan COVID-19, termasuk di bidang ekonomi juga harusnya, dan juga beberapa bidang lain yang dianggap relevan. Tetapi presiden yang punya penilaian,” ujar Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2020). (Baca juga: Demokrat Sarankan Presiden Dengarkan Aspirasi Rakyat soal Kinerja Menteri)

Dikatakan Fadli, pernyataan Jokowi tersebut merupakan sebuah pengakuan bahwa kinerja sejumlah menterinya bermasalah. Karena itu, menurutnya, pengakuan presiden tersebut harus ditindaklanjuti dengan melakukan reshuffle kabinetnya.

Menurutnya, pengakuan Jokowi mengenai lemahnya kinerja sejumlah menterinya jika tidak ditindaklanjuti maka justru akan mendegradasi atau bahkan mendelegitimasi presiden sendiri. ”Jadi seharusnya presiden ambil langkah atas pidatonya. Kalau enggak, pidatonya dianggap angin lalu saja, nggak jelas seperti teatrikal saja yang ujung-ujungnya mau cuci tangan, akan ada anggapan seperti itu,” tuturnya.

Dikatakan Anggota Komisi I DPR ini, reshuffle adalah hal biasa. Apalagi wacana tersebut sudah diungkapkan Presiden Jokowi secara terang benderang. Bahkan, diakuinya jika reshuffle dilakukan pun tidak akan mengganggu stabilitas politik di Tanah Air.

”Saya kira pemerintahan sekarang relatif stabil dari sisi politik, yang tidak stabil itu dari sisi penanganan COVID-19 dan ekonomi. Itu yang tidak stabil dan masyarakat merasakan ekonomi semakin jeblok, anjlok, kemudian penanganan COVID-19 seperti tidak berakhir, gak ada ujungnya,” katanya. (Baca juga: Soal Kemungkinan Ditawari Kursi Menteri, Politikus Demokrat Bilang Begini )

Karena itu, Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR ini berharap jika Jokowi menempatkan orang yang tepat dan ahli di bidangnya maka berbagai persoalan yang dihadapi bangsa ini akan terselesaikan. ”Saya kira itu jauh lebih berguna bagi pemerintah untuk menangani berbagai masalah itu,” pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
Harga LNG Naik Turun...
Harga LNG Naik Turun Mengacu Harga Minyak Dunia
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
Berita Terkini
ASPEK Indonesia Dorong...
ASPEK Indonesia Dorong Reformasi Jaminan Sosial Jilid II
Program MBG Harus Dilanjutkan,...
Program MBG Harus Dilanjutkan, Pengamat: Prabowo Ingin Wujudkan Indonesia Emas 2045
Bareskrim Limpahkan...
Bareskrim Limpahkan Laporan Terhadap Grace Natalie, Ade Armando dan Abu Janda ke Polda Metro Jaya
Periksa Hilman Latief,...
Periksa Hilman Latief, KPK Telusuri Pihak yang Inisiasi Pembagian Kuota Haji Tambahan
Ini Daftar Hakim yang...
Ini Daftar Hakim yang Bakal Mengadili Dokter Tifa dan Roy Suryo
Selesai Diperiksa Kasus...
Selesai Diperiksa Kasus Kuota Haji, Eks Dirjen PHU Hilman Latief: Diminta Keterangan Saja
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved