Keseruan Ngopi Bareng KSAL Laksamana TNI Yudo Margono dengan Para Pemred di Atas KRI Dewaruci

Sabtu, 03 September 2022 - 06:40 WIB
loading...
A A A
KRI Dewaruci tercatat dua kali melakukan tugas pelayaran muhibah keliling dunia, yakni pada 1964 dan 2012. Pada pelayaran pertama, kapal yang dijuluki Angsa Betina oleh Cornelis Kowaas, salah satu awak kapal yang bertugas mengabadikan perjalanan, dikomandani Letkol Laut (P) Sumantri. Dia membawa 78 taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) dan 32 anak buah kapal (ABK) untuk mengarungi 7 samudera dan 5 benua.

Keseruan Ngopi Bareng KSAL Laksamana TNI Yudo Margono dengan Para Pemred di Atas KRI Dewaruci


Sementara tugas pelayaran muhibah keliling dunia kedua pada 2012 dipimpin oleh Letkol Laut (P) Haris Bima Bayuseto dengan membawa 101 Taruna AAL dan 77 ABK. Dalam pelayaran kali ini, KRI Dewaruci menghabiskan waktu sekitar 227 hari dengan jarak tempuh 27.006 nautical mile. KRI Dewaruci yang telah berusia hampir 70, kini hanya berlayar di perairan laut Indonesia. Tugas pelayaran panjang atau disebut Kartika Jala Krida digantikan KRI Bima Suci yang mulai dioperasikan sejak 2017 silam.

baca juga: KSAL Pastikan Kondisi Perairan Natuna Aman Terkendali

Meski begitu, KRI Dewaruci tetap bertugas sebagai kapal pelatihan taruna dan taruni AAL. Selain itu, KRI Dewaruci juga memiliki tugas lain, yakni berlayar ke seluruh pelosok Indonesia untuk mengenalkan kapal ini kepada masyarakat dan menjadi duta maritim Indonesia.

Keseruan Ngopi Bareng KSAL Laksamana TNI Yudo Margono dengan Para Pemred di Atas KRI Dewaruci


Nama Dewaruci diambil dari cerita pewayangan kuno Jawa. Cerita dimulai dari salah satu sosok dari Pandawa Lima, yaitu Bima yang pergi untuk mencari Air Kebenaran Tirta Amerta. Dalam proses pencariannya, Bima menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah tergulung ombak besar dan melawan seekor ular naga besar.

Setelah berhasil menghadapi ular naga dan keluar dari ombak besar, Bima lalu berhadapan dengan sosok kecil seukuran telapak tangan, bernama Dewaruci. Kemudian, Dewaruci meminta Bima masuk ke dalam dirinya yang kecil melalui bagian kupingnya. Di sanalah Bima menemukan kebenaran, di mana kebenaran yang dicarinya ada di dalam dirinya sendiri.

baca juga: Sertijab Dankormar, KSAL Ungkap tentang Kekuatan Marinir

Mereka yang masuk ke dalam KRI Dewaruci akan menemukan jati dirinya dan kebenaran yang sesungguhnya untuk mengarungi samudera. Mereka diharapkan menjadi pribadi yang tangguh, disiplin, dan mau belajar seperti yang Bima lakukan saat masuk ke dalam Dewaruci. Dibandingkan dengan KRI lainnya, KRI Dewaruci tergolong kecil. Kapal ini hanya memiliki panjang 49,66 meter dan lebar 9,5 meter. Jika dihitung dari permukaan ke kedalaman air, ukurannya hanya 4,6 meter.

Keseruan Ngopi Bareng KSAL Laksamana TNI Yudo Margono dengan Para Pemred di Atas KRI Dewaruci


KRI Dewaruci memiliki 3 tiang untuk layar kapal. Masing-masing tiang memiliki nama yang juga diambilkan dari kisah pewayangan. Ketiga tiang dinamakan Bima, Arjuna, dan Yudistira. Tiang paling tinggi 32,50 meter bagian depan dinamakan Bima. Tiang ini yang paling banyak terkena deburan ombak, sehingga diharapkan menjadi yang paling kuat, selaras dengan Bima yang merupakan tokoh Pandawa Lima terkuat.

Di bagian tengah terdapat tiang Arjuna setinggi 35,87 meter. Arjuna adalah anggota Pandawa Lima yang paling sakti, sehingga tiang tiang tengah KRI Dewaruci diharapkan mampu menjaga kapal agar tetap kokoh dan seimbang selama berlayar di lautan.

Sementara tiang terakhir dinamakan Yudistira dengan ketinggian 33,25 meter. Letaknya paling dekat dengan komandan. Yudistira merupakan tokoh yang paling bijaksana, sehingga diharapkan siapa pun yang menjadi komandan di KRI Dewaruci akan membawa kebijaksanaan.
(hdr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Profil Kolonel Marinir...
Profil Kolonel Marinir Profs Dhegratmen Syah Akbara, Perwira Petarung yang Jabat Dandenjaka
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Kabar Duka, Mantan KSAL...
Kabar Duka, Mantan KSAL Laksamana TNI Purn Achmad Sutjipto Meninggal Dunia
Modernisasi Kapal Induk...
Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Bea Cukai Pangkal Pinang...
Bea Cukai Pangkal Pinang Sebut 15 Kontainer PMM Telah Memenuhi Syarat
Penjelasan TNI soal...
Penjelasan TNI soal Siswa SMP di Gresik Diduga Terkena Peluru Nyasar
Rekomendasi
Sekarang Kalian Orang...
Sekarang Kalian Orang Meksiko, Perpisahan Mengharukan untuk Iran
Penuhi Target 100 GW...
Penuhi Target 100 GW PLTS, Kesiapan SDM Lokal Jadi Syarat Mutlak
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Berita Terkini
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved