Meski Eskalasi Teror Turun, BNPT Dinilai Perlu Lebih Berdayakan Seluruh Elemen

Jum'at, 02 September 2022 - 06:09 WIB
loading...
Meski Eskalasi Teror...
Kepala BNPT, Komjen Pol Boy Rafli Amar. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Kesungguhan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melaksanakan amanah sebagai leading sector penanggulangan terorisme di Tanah Air mendapatkan perhatian akademisi.

Dr Iswadi, akademisi dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul dan ketua umum Solidaritas Pemersatu Bangsa Indonesia (SPBI), memuji langkah yang dilakukan BNPT, hingga berujung turunnya ancaman dan eskalasi teror di Tanah Air dalam beberapa tahun terakhir.

"Bila dibandingkan, katakan, lima-sepuluh tahun lalu, saat ini boleh dibilang rakyat Indonesia sudah merasa aman dari ancaman terorisme," kata Iswadi, Jumat (2/9/2022).

Baca juga: Kepala BNPT Imbau Penceramah Gelorakan Semangat Nasionalisme

Penerima gelar doktor dari Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta tersebut menjelaskan, karena tentu saja tak ada 'makan siang yang gratis', hal itu jelas merupakan buah dari komitmen tinggi dan kerja keras semua elemen bangsa, yang diikat erat dan diarahkan BNPT sebagai leading sector urusan tersebut.

Baca juga: Ternyata Ini Perbedaan BNPT dan Densus 88

Dalam pengamatan Iswadi, yang secara mendasar telah dilakukan dengan tepat oleh BNPT terutama adalah pemberdayaan seluruh potensi bangsa dalam mencegah aksi terorisme, terutama dengan memaksimalkan anggaran yang ada.

"Kita tahu, persoalan anggaran ini sangat mendasar namun masih menjadi kendala di negara kita," ucap Iswadi.

Hal tersebut menurutnya wajar, sebagai negara baru di jajaran negara maju (G20), Indonesia memiliki sekian banyak prioritas yang masing-masing tentu membutuhkan perencanaan dan anggaran.

Kata dia, pada dasarnya memang itulah persoalan ekonomi, yakni manakala setiap pelaku ekonomi, termasuk negara, dihadapkan pada scarcity alias kelangkaan dana, sementara keperluan cenderung tidak berbatas.

Di sinilah, kata Iswadi, perlunya keterbukaan untuk masuknya dana-dana dari luar, termasuk dana-dana dari luar negeri bila memungkinkan.

"Terorisme bagaimana pun adalah kejahatan trans-nasional, sehingga agak ganjil kalau kita menutup dana-dana yang sifatnya internasional pula," ucapnya.

Iswadi mencontohkan, dalam penanggulangan terorisme yang sempat mendunia pada awal 2000-an, saat itu Amerika Serikat mengucurkan bantuan internasional kepada bangsa-bangsa yang menderita akibat merebaknya terorisme saat itu.

Dengan demikian kata Iswadi, tidak bisa dikatakan kalau peluang datangnya dana-dana luar negeri untuk penanggulangan terorisme itu dengan sembarang diartikan sebagai peluang jatuhnya bangsa kepada sikap a-nasionalis.

"Dalam pandangan saya, sepanjang negara bisa dengan tegak bersikap mandiri, terutama tidak disetir bangsa-bangsa lain yang memberikan bantuan pinjaman, selama itu pula negara itu tak bisa dengan semena-mena dianggap tidak nasionalistik hanya gara-gara mendapatkan pinjaman," jelasnya.

Apalagi kata Iswadi, manakala dana yang diperlukan itu sifatnya kritis, yakni untuk melakukan empowering alias pemberdayaan dalam mencegah dan menanggulangi ancaman terorisme kepada seluruh Lembaga yang ada.

"Karena sifatnya yang mendesak, sejatinya ini sudah berada pada titik to be or not to be," tegas Iswadi.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikuntit OTK, Islah...
Dikuntit OTK, Islah Bahrawi Sebut Polanya Mirip Kasus Andrie Yunus
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Prabowo Terbitkan Perpres...
Prabowo Terbitkan Perpres Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Mengarah Terorisme
Kasus Penyiraman Air...
Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS, Prabowo: Ini Terorisme, Tindakan Biadab Harus Diusut
Dampak Nyata Perang...
Dampak Nyata Perang Iran dan AS-Israel Terhadap Keamanan Indonesia
Zero Terrorist Attack...
Zero Terrorist Attack di Era Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Lemkapi: Pencapaian Besar Polri
Dosen UIN Sunan Ampel:...
Dosen UIN Sunan Ampel: Dana Asing Tak Dilarang tapi Negara Wajib Mengawasi
Polda Riau Perkuat Kolaborasi...
Polda Riau Perkuat Kolaborasi Strategis dengan Polis Malaysia Tangani Narkoba hingga Terorisme
2 Buronan KKB Penebar...
2 Buronan KKB Penebar Aksi Teror di Yahukimo Ditangkap
Rekomendasi
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Berita Terkini
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
10 Negara Tetap Pakai...
10 Negara Tetap Pakai Iron Dome Meski Dinilai Kurang Efektif
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved