Lawan Radikalisme, KNPI Ajak Mahasiswa Galakkan Gerakan Aktivistpreneur
Kamis, 01 September 2022 - 16:30 WIB
loading...
A
A
A
"Mengapa kami mengangkat tagline besar aktivistpreneur ini karena menurut saya inilah sedikit peran aktif pemuda membantu pemerintah mengatasi berbagai problematika sosial khususnya di kalangan pemuda yang menjadi basis konstituen KNPI," ujar Ryano.
Baca juga: Wapres: Perlu Gerakan Masif Tangani Terorisme dan Radikalisme di Indonesia
Lulusan Universitas Al Azhar Mesir ini meyakini ketika pemuda mandiri secara ekonomi maka persoalan radikalisme atau perilaku intoleransi dengan sendirinya akan hilang. “Itu sebabnya kami terus menggalakkan gerakan aktivistpreneur ini di kalangan pemuda termasuk di dalamnya pelajar dan mahasiswa termasuk salah satunya untuk melawan radikalisasi beragama,” ujarnya.
Oleh karena itu, dia meyakini di kalangan mahasiswa UIN Jakarta ini tak ada itu bibit radikalisme atau perilaku intoleransi ini. “Karena saya yakin betul bahwa Islam yang jadi mazhab UIN adalah Islam rahmatan lil’alamin, Islam yang moderat, Islam Tasamuh. Islam itu sangat indah, sangat luwes melewati zaman. Tak usah khawatir insyaallah. Kita harus mengambil peran moderasi beragama berbasis keilmuan sesuai nilai budaya kearifan lokal,” ucapnya.
Direktur Perlindungan BNPT Brigjen Pol Imam Margono menambahkan, berdasarkan penelitian IPR BNPT 2020 potensi radikalisme cenderung lebih tinggi pada perempuan, kalangan urban, gen Z, dan milenial serta mereka yang aktif di internet.
Baca juga: Wapres: Perlu Gerakan Masif Tangani Terorisme dan Radikalisme di Indonesia
Lulusan Universitas Al Azhar Mesir ini meyakini ketika pemuda mandiri secara ekonomi maka persoalan radikalisme atau perilaku intoleransi dengan sendirinya akan hilang. “Itu sebabnya kami terus menggalakkan gerakan aktivistpreneur ini di kalangan pemuda termasuk di dalamnya pelajar dan mahasiswa termasuk salah satunya untuk melawan radikalisasi beragama,” ujarnya.
Oleh karena itu, dia meyakini di kalangan mahasiswa UIN Jakarta ini tak ada itu bibit radikalisme atau perilaku intoleransi ini. “Karena saya yakin betul bahwa Islam yang jadi mazhab UIN adalah Islam rahmatan lil’alamin, Islam yang moderat, Islam Tasamuh. Islam itu sangat indah, sangat luwes melewati zaman. Tak usah khawatir insyaallah. Kita harus mengambil peran moderasi beragama berbasis keilmuan sesuai nilai budaya kearifan lokal,” ucapnya.
Direktur Perlindungan BNPT Brigjen Pol Imam Margono menambahkan, berdasarkan penelitian IPR BNPT 2020 potensi radikalisme cenderung lebih tinggi pada perempuan, kalangan urban, gen Z, dan milenial serta mereka yang aktif di internet.
Lihat Juga :