Sekjen Kemendagri Dorong Pejabat Eselon II Miliki Jiwa Kepemimpinan Strategis
Senin, 29 Agustus 2022 - 22:30 WIB
loading...
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Suhajar Diantoro menekankan pejabat eselon II harus memiliki jiwa kepemimpinan strategis. Foto/Dok.Kemendagri
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri ) Suhajar Diantoro menekankan pejabat eselon II harus memiliki jiwa kepemimpinan strategis. Kemampuan itu perlu dikuasai di masa kini untuk menghadapi tantangan yang serba kekinian.
Pesan itu disampaikan Suhajar saat memberi sambutan sekaligus arahan pada kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XXVIII Tahun 2022 yang digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri, Senin (29/8/2022). Dalam kesempatan itu, Suhajar juga menyoroti kualitas kepemimpinan yang perlu dimiliki seorang pejabat eselon II.
Menurutnya, hal itu dapat diukur dari beberapa indikator. Pertama, kualitas kepemimpinan seseorang dinilai dari cara ia membagi tugas.
Baca juga: Sekjen Kemendagri Suhajar Diantoro Ditunjuk sebagai Komisaris Jakpro
Menurut Suhajar, kemampuan ini penting dimiliki oleh seorang pejabat eselon II. Membagi tugas yang diemban bukan berarti akan membuat wibawa seorang pemimpin menurun.
"Semakin Anda mampu membagi tugas, semakin tinggi kualitas kepemimpinan Anda," kata Suhajar.
Pesan itu disampaikan Suhajar saat memberi sambutan sekaligus arahan pada kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XXVIII Tahun 2022 yang digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri, Senin (29/8/2022). Dalam kesempatan itu, Suhajar juga menyoroti kualitas kepemimpinan yang perlu dimiliki seorang pejabat eselon II.
Menurutnya, hal itu dapat diukur dari beberapa indikator. Pertama, kualitas kepemimpinan seseorang dinilai dari cara ia membagi tugas.
Baca juga: Sekjen Kemendagri Suhajar Diantoro Ditunjuk sebagai Komisaris Jakpro
Menurut Suhajar, kemampuan ini penting dimiliki oleh seorang pejabat eselon II. Membagi tugas yang diemban bukan berarti akan membuat wibawa seorang pemimpin menurun.
"Semakin Anda mampu membagi tugas, semakin tinggi kualitas kepemimpinan Anda," kata Suhajar.
Lihat Juga :