Pengamat: Anggaran Subsidi BBM Bisa Dialihkan untuk Kesehatan dan Pendidikan
Sabtu, 27 Agustus 2022 - 21:18 WIB
loading...
A
A
A
Dia pun menyarankan pemerintah untuk menghentikan pemborosan APBN karena uang negara bisa dialihkan untuk hal yang produktif di sektor lain yang membutuhkan. Lebih lanjut dia mengatakan bahwa jika negara bisa mengalihkan Rp100 triliun dari subsidi BBM ke sektor pendidikan dan kesehatan, dampak yang ditimbulkan akan luar biasa besar bagi kemajuan Indonesia.
"Berapa banyak siswa SD sampai SMA yang mendapatkan beasiswa. Setiap siswa mendapatkan Rp12 juta selama satu tahun, maka akan ada 8,3 juta siswa yang akan mendapatkan beasiswa selama satu tahun," ungkapnya.
Dia memberikan contoh jika setiap siswa mendapatkan sebesar Rp12 juta selama satu tahun, maka ada 8,3 juta siswa yang akan mendapatkan beasiswa selama satu tahun. Sedangkan, bila membangun sekolah dengan biaya Rp2,5 miliar maka akan ada 40 ribu sekolah yang bisa dibangun. Baca juga: Penyesuaian Harga BBM Perlu Dilakukan untuk Kurangi Beban APBN
Sementara itu, kalau untuk pembangunan puskesmas senilai Rp5 miliar maka akan ada 20 ribu puskesmas terbangun. "Itu kalau kita bisa melakukan penghematan Rp100 triliun. Bayangkan kalau kita bisa menghemat lebih besar lagi. Jadi, menurut saya lebih baik untuk hal produktif dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat," pungkasnya.
"Berapa banyak siswa SD sampai SMA yang mendapatkan beasiswa. Setiap siswa mendapatkan Rp12 juta selama satu tahun, maka akan ada 8,3 juta siswa yang akan mendapatkan beasiswa selama satu tahun," ungkapnya.
Dia memberikan contoh jika setiap siswa mendapatkan sebesar Rp12 juta selama satu tahun, maka ada 8,3 juta siswa yang akan mendapatkan beasiswa selama satu tahun. Sedangkan, bila membangun sekolah dengan biaya Rp2,5 miliar maka akan ada 40 ribu sekolah yang bisa dibangun. Baca juga: Penyesuaian Harga BBM Perlu Dilakukan untuk Kurangi Beban APBN
Sementara itu, kalau untuk pembangunan puskesmas senilai Rp5 miliar maka akan ada 20 ribu puskesmas terbangun. "Itu kalau kita bisa melakukan penghematan Rp100 triliun. Bayangkan kalau kita bisa menghemat lebih besar lagi. Jadi, menurut saya lebih baik untuk hal produktif dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat," pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :