Kisah Jenderal Hoegeng, Polisi yang Sangat Mencintai Istrinya
Minggu, 21 Agustus 2022 - 05:45 WIB
loading...
Sekitar tahun 2003 sebelum meninggal, Hoegeng berfoto bersama istrinya, Meri. Foto/Dok.Keluarga Hoegeng
A
A
A
JAKARTA - Kapolri ke-5 Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso merupakan sosok suami yang sangat mencintai istrinya, Meriyanti Roeslani atau Meri. Hoegeng dan Meri menikah di Yogyakarta pada 31 Oktober 1946.
Berdasarkan informasi dari laman kepustakaan presiden perpusnas, Hoegeng meninggal dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Rabu 14 Juli 2004 pukul 00.30 WIB. Sejak 13 Mei 2004, Hoegeng telah dirawat intensif di RS Polri Kramat Jati, Jakarta akibat mengalami stroke, penyumbatan saluran pembuluh jantung, dan pendarahan bagian lambung.
Jenazah Hoegeng dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Giritama, Desa Tonjo, Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat pada Rabu 14 Juli 2004 siang. Sebelum meninggal dunia, Hoegeng sempat menyampaikan pesan kepada keluarganya bahwa dirinya tidak ingin dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan.
![Kisah Jenderal Hoegeng, Polisi yang Sangat Mencintai Istrinya]()
Hoegeng dan Meri berfoto bersama sejumlah artis pengisi acara The Hawaiian Seniors di TVRI. Foto: Dok. Keluarga Hoegeng
Baca juga: Kisah Jenderal Hoegeng Tolak Mobil Dinas untuk Keluarga
"Kalau Hoegeng dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Meri tak bisa dimakamkan di samping saya, Hoegeng ingin Meri selalu mendampingi," kata putra kedua Hoegeng, Aditya Soetanto Hoegeng atau Didit Hoegeng menirukan pernyataan ayahnya, dikutip dari buku Hoegeng Polisi dan Menteri Teladan yang ditulis Suhartono.
Berdasarkan informasi dari laman kepustakaan presiden perpusnas, Hoegeng meninggal dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Rabu 14 Juli 2004 pukul 00.30 WIB. Sejak 13 Mei 2004, Hoegeng telah dirawat intensif di RS Polri Kramat Jati, Jakarta akibat mengalami stroke, penyumbatan saluran pembuluh jantung, dan pendarahan bagian lambung.
Jenazah Hoegeng dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Giritama, Desa Tonjo, Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat pada Rabu 14 Juli 2004 siang. Sebelum meninggal dunia, Hoegeng sempat menyampaikan pesan kepada keluarganya bahwa dirinya tidak ingin dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan.

Hoegeng dan Meri berfoto bersama sejumlah artis pengisi acara The Hawaiian Seniors di TVRI. Foto: Dok. Keluarga Hoegeng
Baca juga: Kisah Jenderal Hoegeng Tolak Mobil Dinas untuk Keluarga
"Kalau Hoegeng dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Meri tak bisa dimakamkan di samping saya, Hoegeng ingin Meri selalu mendampingi," kata putra kedua Hoegeng, Aditya Soetanto Hoegeng atau Didit Hoegeng menirukan pernyataan ayahnya, dikutip dari buku Hoegeng Polisi dan Menteri Teladan yang ditulis Suhartono.
Lihat Juga :